<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/516551536964885590?origin\x3dhttp://imraafa.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh :)

hi, call me imra/imok. 24. i'm a/an: ENFP, muslimah, wife, proud indonesian, dentist (wannabe), parents-complex daughter, and part-timer otaku.

this daily journal is basically a small window of my life. i write about everything, whether it's important or not. sometimes, it's not even serious. so don't expect too much from this blog. don't try to judge me based on my writings, because i'm much more complicated than you could imagine. and i never mean to hurt anyone by my words, so pardon me if somehow i offended you. last but not least, i've been writing here for more than 5 years, people changes, so do i. thanks, happy reading.
Jun 6, 2017
bara api

mayoritas mereka yang tersentuh media sosial, pasti tau dengan tulisan afi nihaya yang sempat mengajak khalayak ramai 'berpikir' kembali tentang kepercayaan. saya sendiri hanya membaca sekilas setelah sudah banyak tulisan balasan yang dimaksudkan untuk membungkam pemikirian afi, yang sebenarnya hanyalah satu diantara jutaan manusia yang mempertanyakan agamanya sendiri.

setiap orang, tidak terkecuali afi, saya, dan anda, akan terus menggenggam bara api yang panas tiap detiknya selama kita masih memilih untuk ber-Tuhan. dan kita memang diciptakan untuk meragu, ragu terhadap teman, pasangan, saudara, dan tidak terkecuali Tuhan. maka tiap manusia, sudah sewajarnya memulai perjalanan untuk mencari jawaban dan menjadikannya percaya. hingga tangannya tak akan menyerah terhadap bara api yang membakar.

sayangnya, di luar sana ada begitu banyak kelompok yang tidak berniat baik. afi bersikap tidak tepat, di saat yang paling tidak tepat. kemudian dia diagungkan, dihujat, diperdebatkan, dan dikambing-hitamkan. sebagian kaum muslim membalas tulisan afi dengan ayat-ayat suci. ini jadi ibarat apel ketemu jeruk, ngga nyambung. dan kaum liberal menambahkan dukungan dengan logika-logika pendek, ini juga sama-sama ngga nyambung.

afi adalah satu contoh dari mereka yang sedang berada di fase untuk memulai perjalanan spiritualnya. yang tidak bisa dijawab hanya secara rasional tapi juga empiris, dan memerlukan bantuan yang tepat. namun keadaan bangsa ini malah memanfaatkan perempuan yang sedang salah paham terhadap agamanya sendiri ini sebagai bahan bakar kampanye kebencian. bisa saja afi akan menjadi korban lain dari bangsa ini dan berakhir mendapatkan jawaban yang tidak tepat.

semoga saja tidak.
"akan datang kepada manusia suatu zaman, orang yang bersabar diantara mereka terhadap agamanya seperti orang yang menggenggam bara api yang panas" 
Muhammad shallallahu 'alaihi wassalam
note: saya berusaha menulis ini tanpa ada tendensi dan mengambil pemikiran tengah. jika ditanya apa saya tidak tersinggung ketika membaca tulisannya, saya yakin setiap muslim punya jawaban yang sama. dan saya tidak mempertimbangkan pemikiran afi di tulisan lain dan klaim plagiarisme yang sedang diterimanya.

Labels: ,




Newer >
< Older




IMRA(c)
-indonesia