'aku memang belum baik, tapi aku mau dipertemukan sama yang lebih baik'
kalimat itu tiba-tiba keluar sebagai celetukan di tengah percapakan antara saya dan ririh. ririh sedang menunggu giliran mandi (berhubung jumlah kamar mandi di kosan yang terbatas) dan saya sedang sibuk menjemur hasil cucian.
'aah, semua orang juga maunya gitu mok'
ya memang. selain egois dan kelewat naif, pernyataan saya itu juga menghakimi. egois, karena saya masih enggan memberikan usaha lebih untuk harapan yang lebih. naif, karena saya yang di akhir tahun 2016 ini masih (saja) mendambakan pangeran dari negeri dongeng. dan menghakimi, karena siapa saya, sampai berani menilai orang lain lebih atau tidak lebih baik.
tapi mungkin, bahkan jika kita tidak dipertemukan dengan yang kita anggap lebih baik, pada saatnya nanti kita akan tetap saja yakin. yakin, bukan semata-mata karena hasil penilaian subjektif maupun objektif, tapi juga karena faktor lain.
faktor apa? entahlah. bukankah hal seperti ini menarik dibahas karena banyaknya pertanyaan yang tidak terjawab?
'aku jadi penasaran nanti dipertemukannya gimana mok'
'aah, semua orang juga penasaran rih'
Labels: :)