<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/516551536964885590?origin\x3dhttp://imraafa.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh :)

hi, call me imra/imok. 24. i'm a/an: ENFP, muslimah, wife, proud indonesian, dentist (wannabe), parents-complex daughter, and part-timer otaku.

this daily journal is basically a small window of my life. i write about everything, whether it's important or not. sometimes, it's not even serious. so don't expect too much from this blog. don't try to judge me based on my writings, because i'm much more complicated than you could imagine. and i never mean to hurt anyone by my words, so pardon me if somehow i offended you. last but not least, i've been writing here for more than 5 years, people changes, so do i. thanks, happy reading.
Dec 20, 2016
zona nyaman

dua bulan ini saya mulai meninggalkan banyak hal. mulai keluar dari zona nyaman dan menyambut berbagai pilihan baru yang sebelumnya hanya menjadi wacana.

secara sadar dan tidak sadar, selama ini saya bertahan di banyak pilihan yang tidak sehat. begitu banyak kesempatan yang saya miliki, masih belum bisa membuat saya cukup berani untuk menginjakkan kaki ke luar garis. berbagai dalih saya gunakan untuk melakukan pembenaran. saya memilih menjadi lemah, meskipun saya sama sekali bukan.

memang sulit. ketika pada akhirnya saya berhasil berjalan, rasanya masih begitu sulit untuk mengambil langkah lanjutan. bahkan setelah mampu berpindah, pundak seakan dibebani begitu banyak keraguan. keraguan yang hanya terealisasikan di dalam pikiran.

'satu-satunya hal yang terjadi dalam hidup kita secara konsisten adalah perubahan'. meskipun terasa asing, tidak berdaya, sendiri; pada kenyataannya saya dihadapkan pada tantangan yang dirancang sesuai kemampuan saya.

jadi jangan takut, imok. jangan takut. keluarlah, jangan berhenti berubah.

Labels:




Newer >
< Older




IMRA(c)
-indonesia