<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/516551536964885590?origin\x3dhttp://imraafa.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh :)

hi, call me imra/imok. 24. i'm a/an: ENFP, muslimah, wife, proud indonesian, dentist (wannabe), parents-complex daughter, and part-timer otaku.

this daily journal is basically a small window of my life. i write about everything, whether it's important or not. sometimes, it's not even serious. so don't expect too much from this blog. don't try to judge me based on my writings, because i'm much more complicated than you could imagine. and i never mean to hurt anyone by my words, so pardon me if somehow i offended you. last but not least, i've been writing here for more than 5 years, people changes, so do i. thanks, happy reading.
Jan 9, 2018
separuh agamaku

perkenalkan, laki-laki yang tersenyum dengan setelan jas birunya itu adalah separuh dari takdirku. hadiah terbesar dari Ar-Rahim, agar menjadi penyempurna agamaku.

nama beliau dimas. bisa juga dipanggil fian. tapi saya biasa cuma panggil 'mas' atau dengan panggilan-panggilan lain yang cukup kami berdua yang tau. alhamdulillah, Allah telah menyandingkan nama kami bahkan sebelum terciptanya langit dan bumi. dan insyaaAllah, akan melewati banyak tahun kedepan bersama-sama.

dilihat dari fotonya, kami berdua sudah kelihatan begitu akrab (baca: mesra) ya? meskipun nyatanya (saat itu) ngobrol langsung pun belum pernah hahahah. dan menurut pengakuan suami saya, hari itu juga pertama kalinya beliau 'menamatkan' wajah saya. sebelumnya cuma dilihat seperti iklan lewat mungkin ya ^^

kalau tidak salah hitung, momen akad nikah adalah pertemuan kelima kami. empat pertemuan sebelumnya pun antara rumah dan kua. dibilang pernah ngobrol, mungkin pernah via whatsapp. tapi selalu singkat karena kami berdua seperti berlomba mengakhiri pembicaraan. yang pernah dibicarakan juga hanya seputar persiapan pernikahan.

jika ditanya, dengan proses yang terbilang singkat, apa saya mampu mencintai beliau? lalu kapan saya jatuh cinta? kalau cinta diartikan dengan memperlakukan seseorang 'melebihi' siapapun di dunia, maka saya berani bilang bahwa saya bahkan tidak pernah mencintai seseorang di hidup saya melebihi beliau. untuk kapan nya, wallahu a'lam. hanya Allah sebagai pengikat antara hati kami yang tau.

melalui perkenalan ini, saya mengharapkan doa. dari siapapun yang mungkin tersesat di halaman ini. dan semoga doa terbaik kalian membawa berkah, tidak hanya untuk kami namun juga bagi kalian yang mendoakan.

Labels: ,




Newer >
< Older




IMRA(c)
-indonesia