manusia memiliki banyak sisi dan menyimpan terlalu banyak kemungkinan. hampir mustahil bagi seseorang untuk memahami manusia lain. terlepas mereka adalah pasangan, saudara, kolega, maupun sahabat. atau telah menghabiskan beberapa dekade hidup bersama. mereka yang mengaku mengerti tidak sadar jika sedang melontarkan klaim sepihak. dan mereka yang merengek ingin dimengerti tidak lebih dari sekelompok manusia naif.
manusia tidak sesederhana itu, tidak setegar itu, tidak selemah itu. ketika hal yang sama persis terjadi pada dua individu, luka yang ditimbulkan tidak akan pernah sama. kemudian menjadi masa lalu yang tidak akan pernah bisa dihapus. meskipun hilang dari ingatan, luka akan selalu meninggalkan bekas. entah di bagian terluar atau terdalam.
lalu satu luka ini menjadi penentu bagi satu kemungkinan selanjutnya. terus berlanjut menjadi rantai yang mengekang seseorang untuk tidak bertindak diluar kepribadiannya. rantai itu bisa saja menguatkannya, menjadikannya sosok yang enggan hilang harapan. tapi bagi beberapa yang lain, rantai itu bisa terlalu memberatkan, justru meremukkan jiwanya.
luka memang tidak selamanya menentukan kemana seseorang akan melangkah. sangat mungkin rantai-rantai itu lambat laun dilepaskannya. tapi bukan tidak mungkin ia terkubur didalamnya. dan tak seorangpun mampu memahami.
Labels: random