<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/516551536964885590?origin\x3dhttp://imraafa.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh :)

hi, call me imra/imok. 24. i'm a/an: ENFP, muslimah, wife, proud indonesian, dentist (wannabe), parents-complex daughter, and part-timer otaku.

this daily journal is basically a small window of my life. i write about everything, whether it's important or not. sometimes, it's not even serious. so don't expect too much from this blog. don't try to judge me based on my writings, because i'm much more complicated than you could imagine. and i never mean to hurt anyone by my words, so pardon me if somehow i offended you. last but not least, i've been writing here for more than 5 years, people changes, so do i. thanks, happy reading.
Jul 19, 2017
terluka

manusia memiliki banyak sisi dan menyimpan terlalu banyak kemungkinan. hampir mustahil bagi seseorang untuk memahami manusia lain. terlepas mereka adalah pasangan, saudara, kolega, maupun sahabat. atau telah menghabiskan beberapa dekade hidup bersama. mereka yang mengaku mengerti tidak sadar jika sedang melontarkan klaim sepihak. dan mereka yang merengek ingin dimengerti tidak lebih dari sekelompok manusia naif.

manusia tidak sesederhana itu, tidak setegar itu, tidak selemah itu. ketika hal yang sama persis terjadi pada dua individu, luka yang ditimbulkan tidak akan pernah sama. kemudian menjadi masa lalu yang tidak akan pernah bisa dihapus. meskipun hilang dari ingatan, luka akan selalu meninggalkan bekas. entah di bagian terluar atau terdalam.

lalu satu luka ini menjadi penentu bagi satu kemungkinan selanjutnya. terus berlanjut menjadi rantai yang mengekang seseorang untuk tidak bertindak diluar kepribadiannya. rantai itu bisa saja menguatkannya, menjadikannya sosok yang enggan hilang harapan. tapi bagi beberapa yang lain, rantai itu bisa terlalu memberatkan, justru meremukkan jiwanya.

luka memang tidak selamanya menentukan kemana seseorang akan melangkah. sangat mungkin rantai-rantai itu lambat laun dilepaskannya. tapi bukan tidak mungkin ia terkubur didalamnya. dan tak seorangpun mampu memahami.

Labels:




Newer >
< Older




IMRA(c)
-indonesia