di tengah perjalanan malam bersama ayah
menembus hawa perbukitan dengan motor seraya menggigil
meski hati masih sama beratnya dengan yang lalu
langit malam yang benderang selalu bisa menjadi pelipur
bersama tebaran kilau cahaya-cahaya kecil di angkasa
sambil menengadah penuh takjub
aku tersenyum, begitu lebar
senyum tulus yang tumbuh hanya karena bahagia
hingga teringat sudah berapa lama rasa ini tidak berkunjung
air mata menjadi pengiring paling setia
sembari menahan suara di balik punggung ayah
sinar cerlang di langit seakan tersenyum menghibur
sampai kapan harus terus bersedih?
Labels: random