saat sedang makan sore di rumah dengan ibu saya, beliau tiba-tiba mengambil beberapa bagian ikan yang terlihat saya sisihkan di atas piring. padahal bagian itu tidak saya makan bukan karena tidak suka, tapi rasanya yang memang pahit sekali di lidah.
merasa tidak sopan, saya langsung beralasan kenapa bagian itu tidak saya habiskan, dan meminta ibu saya untuk tidak 'membersihkannya'. tapi beliau justru tersenyum sambil mulai bercerita kenapa beliau tetap memakannya, meskipun beliau juga tau rasanya yang pahit.
'karena ada kenangannya'. ibu saya bilang rasa pahit itu mengingatkan beliau pada ibunya, yang hingga saat ini tidak bisa saya ingat wajahnya.
hidup ibu saya memang tidak diawali dengan mudah. memiliki saudara kandung hampir belasan dan kehilangan ayah di usia muda. menjadi sederhana adalah keharusan jika ingin terus bertahan. dan sosok yang berperan dalam masa-masa itu adalah nenek saya.
karena kondisi yang penuh kehimpitan, makanan yang pahit sudah biasa dijadikan menu utama di rumah beliau dulu. tapi bukan berarti masa itu adalah masa yang buruk. sulit, tapi bukan berarti tidak menyenangkan. terlebih lagi karena saat itu masih ada seseorang yang begitu berharga bagi ibu saya.
yang menjadikan indah segala hal di masa lalu, baik kecil maupun besar, memang bukanlah pahit ataupun manisnya. sebuah kenangan yang patut dikenag tidak perlu dianggap 'bahagia' oleh diri kita sendiri, apalagi orang lain.
dengan siapa kita menjalaninya dan pelajaran apa yang bisa kita terima, terkadang menjadi bagian yang lebih penting bagi hati kita.
Labels: past