<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/516551536964885590?origin\x3dhttp://imraafa.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh :)

hi, call me imra/imok. 24. i'm a/an: ENFP, muslimah, wife, proud indonesian, dentist (wannabe), parents-complex daughter, and part-timer otaku.

this daily journal is basically a small window of my life. i write about everything, whether it's important or not. sometimes, it's not even serious. so don't expect too much from this blog. don't try to judge me based on my writings, because i'm much more complicated than you could imagine. and i never mean to hurt anyone by my words, so pardon me if somehow i offended you. last but not least, i've been writing here for more than 5 years, people changes, so do i. thanks, happy reading.
Jun 28, 2016
karakter

saya selalu iri (dalam makna yang baik) dengan mbak-mbak itu. mbak-mbak yang tanpa berusaha pun sudah terlihat feminim dan anggun. entah itu memang dari parasnya yang menyejukkan, tata perilaku, atau cara berpakaiannya yang menggemaskan (saya belum menemukan terjemahan kata kawaii yang pas -..-).

jujur saja, saya selalu ingin memprofilkan diri saya menjadi perempuan yang saya idamkan. yang malu-malu kucing dengan tutur kata lembut. dibalut kain-kain berwarna pastel bercorak manis. tapi sepertinya, seberapapun saya berusaha ‘memermak’ diri sendiri; saya, akan tetap terlihat seperti saya pada akhirnya.

bagaimana cara saya memperlakukan orang lain, menciptakan percakapan dalam sebuah pertemuan, menemukan kekonyolan di tiap sisi cerita, menikmati setiap momen dalam hidup, dan yang paling krusial: cara saya tertawa; sepertinya akan selalu sama sampai kapanpun. ditambah lagi dengan kecupuan dan pilihan pakaian saya yang... um... cukup spesifik.

pada akhirnya saya pasti akan tetap terlihat tomboy, meskipun saya hampir tidak pernah memakai celana dan perempuan tulen di dalam rumah. atau terlihat cuek, meskipun saya paling hobi senyum dan malu berlebih dengan ikhwan tidak dikenal.

tapi mungkin ini malah jadi hal yang patut disyukuri. karena sepertinya menjadi perempuan yang tidak mengalterasi karakternya di hadapan orang lain, lebih keren dibandingkan perempuan yang impresinya dibentuk oleh tren. bukan begitu? :)

bonus: terimakasih untuk kalian, perempuan-perempuan sederhana yang juga selalu apa adanya, namun tetap luar biasa~ hahahah, opose

Labels:




Newer >
< Older




IMRA(c)
-indonesia