<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/516551536964885590?origin\x3dhttp://imraafa.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh :)

hi, call me imra/imok. 24. i'm a/an: ENFP, muslimah, wife, proud indonesian, dentist (wannabe), parents-complex daughter, and part-timer otaku.

this daily journal is basically a small window of my life. i write about everything, whether it's important or not. sometimes, it's not even serious. so don't expect too much from this blog. don't try to judge me based on my writings, because i'm much more complicated than you could imagine. and i never mean to hurt anyone by my words, so pardon me if somehow i offended you. last but not least, i've been writing here for more than 5 years, people changes, so do i. thanks, happy reading.
Jun 20, 2016
dalam lindungan

“maka demi Allah, sesungguhnya Islam adalah agama yang dipelihara langsung oleh Allah.” 

saya hanya berusaha berprasangka baik. karena seberapapun usaha kaum munafik untuk menjatuhkan Islam, tidak akan pernah sebanding dengan rahmat yang diberikan Allah kepada kaum muslimin. maka sebelum hati memanas dan pikiran mulai bertindak dengan kurang bijaksana, sebut saja nama Allah. minta ampunan dan ambillah langkah yang semestinya dan sepantasnya.

rasanya pasti sedih ketika kita membaca banyak opini yang merendahkah Islam. tapi percayalah, hati saya lebih perih ketika melihat saudara seiman saya balik merendahkan orang atau agama lain. sungguh bukan ini yang diajarkan Rasulullah.

yakinlah, bahwa usaha mereka akan sia-sia. mereka semua akan hilang sebagaimana para pendahulunya, dan Islam akan tetap tegak berdiri di muka bumi ini. maka janganlah membuang kekhawatiranmu itu dengan percuma.


"mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut mereka, namun Allah menolak kecuali menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang kafir membencinya.” (QS. At-taubah: 32)

ketika kita tidak merisaukan Islam, bukan berarti kita tidak membela dan memperjuangkan Islam. jalan dakwah itu masih begitu lebar. jadi pejuang Islam yang membawa cahaya kesekitar kita. bertindak sesuai kapasitas, kapabilitas, dan dengan penuh tanggung jawab. yaa, Wallohu a’lam. Laa haula walaa quwwata illa billlaah...

terinspirasi dari tulisan ust. Dr. Syafiq rizaq basamalah

Labels:




Newer >
< Older




IMRA(c)
-indonesia