<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/516551536964885590?origin\x3dhttp://imraafa.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh :)

hi, call me imra/imok. 24. i'm a/an: ENFP, muslimah, wife, proud indonesian, dentist (wannabe), parents-complex daughter, and part-timer otaku.

this daily journal is basically a small window of my life. i write about everything, whether it's important or not. sometimes, it's not even serious. so don't expect too much from this blog. don't try to judge me based on my writings, because i'm much more complicated than you could imagine. and i never mean to hurt anyone by my words, so pardon me if somehow i offended you. last but not least, i've been writing here for more than 5 years, people changes, so do i. thanks, happy reading.
Mar 20, 2016
rumi

mistik, puitik, estetis.

buku ini adalah kumpulan (penggalan) puisi tentang hakikat hidup, Tuhan, kebenaran, dan kebahagiaan yang dituliskan oleh salah satu penyair sufi termahsyur dalam sejarah dunia, rumi.

matahari, bulan, cahaya, jendela, dan cinta. beberapa kata tersebut adalah ungkapan yang paling sering saya dapati di buku ini. rumi jelas tidak membahas tentang interpretasi fisik atau wujud lahiriahnya. melainkan menggunakannya sebagai pembanding, agar manusia lebih mudah memahami tentang betapa agungnya kekuatan cinta. atau menjelaskan bagaimana Tuhan selalu dapat kita temukan dalam hati manusia.

karena menggunakan bahasa yang (bisa dibilang) vulgar dan gramatikal yang membingungkan, orang awam mungkin lebih merasakan kegilaan bait-bait rumi, dibandingkan kedalamannya. padahal dalam puisinya, rumi terus mengingatkan kita tentang kebutuhan primordial umat manusia terhadap kasih Tuhan dengan begitu indah.

memahami tasawuf memang bukan urusan mudah. saya sendiri sampai sekarang juga ngga paham-paham -..- tapi ngga ada ruginya memperluas pemikiran tentang sufisme... apalagi kalau belajar dari syair-syair rumi :”

Labels: ,




Newer >
< Older




IMRA(c)
-indonesia