<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/516551536964885590?origin\x3dhttp://imraafa.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh :)

hi, call me imra/imok. 24. i'm a/an: ENFP, muslimah, wife, proud indonesian, dentist (wannabe), parents-complex daughter, and part-timer otaku.

this daily journal is basically a small window of my life. i write about everything, whether it's important or not. sometimes, it's not even serious. so don't expect too much from this blog. don't try to judge me based on my writings, because i'm much more complicated than you could imagine. and i never mean to hurt anyone by my words, so pardon me if somehow i offended you. last but not least, i've been writing here for more than 5 years, people changes, so do i. thanks, happy reading.
Feb 15, 2016
kisah cinta

beberapa pekan lalu saya dikirimi pesan sama sahabat sma saya. setelah pada akhirnya saya buka dan unduh gambar yang dia kirim, saya langsung refleks nganga tanpa suara (tau kan ya nganga itu gimana), terhenyak sesaat, sedikit terkekeh karena kaget, terus baru saya bales dengan histeris :p

isi pesannya sebenernya biasa; screencap update-an path salah satu sahabat sma saya yang lain (berhubung saya ini anak cupu path .-.). isi updatenya pun juga biasa; intinya bercerita tentang bagaimana sahabat saya yang update ini sepertinya dan pada akhirnya menemukan tambatan hati.

rasanya takjub sekaligus seneng. sahabat yang kami rumpikan ini dulunya paling tomboi, juga yang paling sering jatuh cinta (tapi ngga pernah jadian, karena entah kenapa ngga pernah ada yang bertepuk bersamaan -_-). dulu dia juga yang paling sering ngebully kisah dramatis cinta monyet saya, hahahaha. tau kan, cerita ala-ala anak sma yang suka bikin nyengir geli sendiri.

singkat cerita, untuk pertama kalinya setelah sekian lama saya kenal dia, akhirnya saya bisa lihat gimana dia mengungkapkan cintanya. mengesampingkan segala prejudice perkara itu benar atau salah; melihat dia berbunga, tersenyum bersama dalam satu bingkai, saling menjalin tangan, entah kenapa saya jadi ikut merasa jatuh cinta.

bukan karena saya suka sama pacarnya, iri, mupeng, atau alasan ngga penting lain. tapi setelah tau sahabat yang paling sering ngajak saya galau dengan penuh kehinaan jaman sma dulu itu akhirnya mulai mantap dan berhasil mengistirahatkan hatinya di satu dermaga, saya jelas ngga bisa ngga ikut terharu dan bahagia :""

Labels:




Newer >
< Older




IMRA(c)
-indonesia