sejak dulu saya pingin sekali beli buku ini, tapi uang saya selalu berakhir di buku-buku sastra yang ringan dan tidak terlalu tebal. saya hanya khawatir saya tidak bisa mengingat dengan baik nama-nama seluruh tokoh di dunia pewayangan itu. walaupun saya yakin, kisah mereka tidak pernah tidak apik! siapa yang mengira, saya bisa membaca buku ini dari tangan seorang teman. kami bertukar buku, yang saya rasa sangat tidak seimbang. dan saya merasa bersalah menukarkannya dengan buku saya u.u
bukan berarti buku yang saya pinjamkan tidak bagus. buku drunken monster karya pidi baiq (buku dari saya) memang mengajarkan kita untuk menikmati sastra dengan cara yang berbeda, atau bahkan ngawur. kalau katanya teori kesastraan itu umberto eco overcoding. dan itu adalah nilai plus tersendiri. tapi setelah saya menyelesaikan buku kitab omong kosong ini dalam 3 hari (padahal lagi uas T.T). saya langsung merasa ada “beda” yang tidak bisa dijelaskan.
ah, saya memang tidak pernah pintar menjelaskan. yang jelas, bagi siapapun anda yang senang menikmati untaian kata yang bermakna, bacalah buku ini segera.
Labels: fav, review