<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/516551536964885590?origin\x3dhttp://imraafa.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh :)

hi, call me imra/imok. 24. i'm a/an: ENFP, muslimah, wife, proud indonesian, dentist (wannabe), parents-complex daughter, and part-timer otaku.

this daily journal is basically a small window of my life. i write about everything, whether it's important or not. sometimes, it's not even serious. so don't expect too much from this blog. don't try to judge me based on my writings, because i'm much more complicated than you could imagine. and i never mean to hurt anyone by my words, so pardon me if somehow i offended you. last but not least, i've been writing here for more than 5 years, people changes, so do i. thanks, happy reading.
Jun 25, 2014
kitab omong kosong


sejak dulu saya pingin sekali beli buku ini, tapi uang saya selalu berakhir di buku-buku sastra yang ringan dan tidak terlalu tebal. saya hanya khawatir saya tidak bisa mengingat dengan baik nama-nama seluruh tokoh di dunia pewayangan itu. walaupun saya yakin, kisah mereka tidak pernah tidak apik! siapa yang mengira, saya bisa membaca buku ini dari tangan seorang teman. kami bertukar buku, yang saya rasa sangat tidak seimbang. dan saya merasa bersalah menukarkannya dengan buku saya u.u

bukan berarti buku yang saya pinjamkan tidak bagus. buku drunken monster karya pidi baiq (buku dari saya) memang mengajarkan kita untuk menikmati sastra dengan cara yang berbeda, atau bahkan ngawur. kalau katanya teori kesastraan itu umberto eco overcoding. dan itu adalah nilai plus tersendiri. tapi setelah saya menyelesaikan buku kitab omong kosong ini dalam 3 hari (padahal lagi uas T.T). saya langsung merasa ada “beda” yang tidak bisa dijelaskan.

ah, saya memang tidak pernah pintar menjelaskan. yang jelas, bagi siapapun anda yang senang menikmati untaian kata yang bermakna, bacalah buku ini segera.

Labels: ,




Newer >
< Older




IMRA(c)
-indonesia