dengan niat tanpa mendiskreditkan bapak lee karena beliau adalah seorang pastor, saya sangat menghormati langkah besar beliau terhadap isu kemanusiaan yang penting ini. ini tentang pembuangan bayi.
kalau kalian pernah nonton film test pack (jangan berpikir bernegatif karena judulnya yang sedikit aneh), kalian akan paham tentang seberapa berharganya memiliki seorang anak bagi pasangan suami-istri. dan bagi seluruh manusia yang pernah dilahirkan, pasti paham tentang seberapa berharganya kehadiran orang tua kita masing-masing.
entah ada musibah apa, kenyataannya banyak orang tua diluar sana yang memilih menelantarkan darahnya sendiri, ketika banyak orang tua diluar sana yang sangat mengharapkan kehadiran seorang anak. mereka yang ‘gila’ itu memilih untuk tidak peduli, apakah bayinya saat ini tidak kelaparan, apa bayinya tidak kedinginan, apa bayinya sekarang masih bernafas.
untungnya, ada orang-orang baik diluar sana seperti bapak lee yang mau peduli. tapi apakah jika bayinya masih bernafas, tidak kelaparan, dan sudah nyaman dibawah selimut hangat maka semuanya akan baik-baik saja? bayangkan, jika kita diposisi mereka. tau bahwa kelahiran kita tidak pernah diinginkan dan dibuang tanpa mereka peduli kita masih hidup atau tidak. bukankah itu penyiksaan batin yang paling kejam?
saya yakin, bapak lee bukan ingin memberikan jalan bagi orang-orang yang ingin menjustifikasi perbuatan sadis mereka. tapi menunjukkan pada mereka yang tidak bisa bersyukur itu untuk sadar, bahwa setiap kehidupan itu berharga. dan masih ada orang diluar sana yang mau menghargai kehidupan bayinya. toh seorang anak bisa lahir juga pasti dari apa yang dilakukan orang tuanya. lalu apa yang salah dari kelahiran seorang anak?
semoga orang-orang yang belum paham itu segera dicerahkan hatinya, dan semoga anak-anak yang ditinggalkan itu tetap diliputi kebahagiaan.
Labels: life