<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/516551536964885590?origin\x3dhttp://imraafa.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh :)

hi, call me imra/imok. 24. i'm a/an: ENFP, muslimah, wife, proud indonesian, dentist (wannabe), parents-complex daughter, and part-timer otaku.

this daily journal is basically a small window of my life. i write about everything, whether it's important or not. sometimes, it's not even serious. so don't expect too much from this blog. don't try to judge me based on my writings, because i'm much more complicated than you could imagine. and i never mean to hurt anyone by my words, so pardon me if somehow i offended you. last but not least, i've been writing here for more than 5 years, people changes, so do i. thanks, happy reading.
Nov 2, 2013
perkara nikah

umur-umur segini, biasanya banyak orang sudah mulai galau perkara nikah. sudaah, ngga perlu berlagak ngga mikir. tapi biasanya, semakin kita galau, semakin sering tema nikah ini digunakan sebagai tema guyonan. guyunonnya parah lagi. jujur, saya sedikit risih mendengarkan. seolah-olah nikah adalah hal yang patut diguyonkan oposeh

nikah itu setengah agama. setengah! saya ngga tau sih, kerudung saya ini seberapa persennya agama saya. tapi kalo kerudung saya dibikin guyonan, ya jelas saya tersinggung, apalagi nikah. masih ingat tiga perkara apa yang guyonannya ataupun seriusnya tetap dianggap serius? ya perkara nikah, talak, dan membebaskan hamba sahaya. memang, ngga ada yang sampe bikin khitbah bohongan atau semacamnya. tapi membicarakannnya dengan tidak semestinya, itu juga menurut saya ngga pantas.

saya malah lebih menghargai teman yang membicarakan masalah nikah secara terbuka tapi beretika. menurut saya sih ngga perlu malu. daripada karena jaim akhirnya menjadikan nikah sebagai perkara guyonan. malah menurut saya itu yang lebih ngga beretika.

jadi mulai sekarang, jangan menjadikan perkara nikah sebagai tema lelucon yang ngga pantas. bersenda gurau dalam Islam itu juga ada etikanya. kalau mau berwawasan lebih luas, monggo bisa searching di internet kayak gimana yang baik. kalau sekarang kita menggunakan perkara nikah sebagai bahan tawaan, apa kita mau pernikahan kita nanti malah yang jadi bahan tertawaan orang lain? naudzubillaah


Labels:




Newer >
< Older




IMRA(c)
-indonesia