<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/516551536964885590?origin\x3dhttp://imraafa.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh :)

hi, call me imra/imok. 24. i'm a/an: ENFP, muslimah, wife, proud indonesian, dentist (wannabe), parents-complex daughter, and part-timer otaku.

this daily journal is basically a small window of my life. i write about everything, whether it's important or not. sometimes, it's not even serious. so don't expect too much from this blog. don't try to judge me based on my writings, because i'm much more complicated than you could imagine. and i never mean to hurt anyone by my words, so pardon me if somehow i offended you. last but not least, i've been writing here for more than 5 years, people changes, so do i. thanks, happy reading.
Nov 2, 2013
bermimpi

kampus saya beberapa minggu yang lalu sempat rame. bahkan ketika matahari sudah kelelahan, gallery kampus saya masih penuh dengan hiruk pikuk mahasiswa. mereka membuat lingkaran-lingkaran kecil, berdiskusi panjang-pendek tanpa ada yang membatasi. kalau dikampus lain sih mungkin biasa, tapi dikampus saya... mungkin mahasiswanya lebih suka bobok di kosan kayak saya. hehehe

bisa dibilang, lingkaran tersebut adalah sebuah ritual. setiap tahun, angkatan termuda akan 'dipaksa' mengenal seniornya. metodenya-pun klasik, mereka akan kesana kemari demi sebuah tanda tangan. tapi jangan samakan ritual kami dengan kegiatan plonco ngga mendidik jaman sma. cara mendidik kami ini anti plonco murahan.

kami meng-'haram'-kan kakak senior untuk mempersulit adik-adiknya. kami juga menghimbau agar kakak senior mudah ditemui pada jam kosong, dan mau menunggu sampai petang jika adiknya mengorbankan hal yang sama. kami juga menghimbau agar diskusi dibuat se-'membangun' mungkin, bukan se-menyebalkan mungkin.

saya bahagia karena saya bisa menjadi salah satu bagian kecil dari lingkaran tersebut. saya bukan senior galak. saya juga bukan mahasiswa teladan kampus. bagi saya, ngga ada yang berbeda dari kami semua. hanya saja saya adalah rekan mereka yang Allah taruh di angkatan 2011. dan kemarin, saya ingin berbagi tentang mimpi dengan mereka, sebagai seorang teman.

saya bercerita banyak tentang mimpi saya. mereka juga cerita banyak tentang mimpi mereka. ada yang pingin jadi (jelas) dokter gigi atau tekniker gigi, dokter umum, menteri kesehatan, juragan pancingan, businessman, ahli it, dosen, insinyur, arsitek, hakim, perwira al, penerbang, entertainer, politikus, penguasa dunia, daaaan masuk surga -_- mereka juga cerita tentang apa yang sudah dan akan mereka lakukan untuk menggapai mimpi masing-masing.

ada yang tanya gimana caranya ikhlas melepas mimpi, ada juga yang tanya gimana biar konsisten dalam berjuang meraih mimpi. setiap orang punya jawaban berbeda atas kedua pertanyaan ini, tentunya sesuai  apa yang ada di hati kita masing-masing.

saya ngelihat diri saya yang dulu dalam diri mereka. semangat muda yang menggebu tentang pendambaan sebuah mimpi. sangat idealis dan ngga peduli resiko. bukan berarti saya sekarang sudah tua, tapi lambat laun saya sadar, yang saya sebut ideal saat ini sudah sangat berbeda dari apa yang dulu saya dambakan.

sekarang saya sudah bisa dibilang senior, saat ini saya fokus membawa adik-adik, yang sudah saya anggap adik sendiri ini, ke arah yang lebih baik. dan melalui lingkaran itu, saya ingin mereka paham tentang pentingnya bermimpi. menikmati masa dimana masih bisa 'gila' dalam bermimpi, selama kesempatan itu masih ada.

hingga suatu saat nanti, ketika saya mungkin sudah tidak bisa lagi terlibat di kampus, ketika yang muda saat ini menjadi kakak di hari kelak, meraka akan terus melakukan ritual yang sama. mengingat tentang mimpi masing-masing, dan menyadari betapa sebuah mimpi sangat patut untuk diperjuangkan.

ya, selamat bermimpi anak muda! jangan pernah takut untuk bermimpi :')

Labels: ,




Newer >
< Older




IMRA(c)
-indonesia