<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/516551536964885590?origin\x3dhttp://imraafa.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh :)

hi, call me imra/imok. 24. i'm a/an: ENFP, muslimah, wife, proud indonesian, dentist (wannabe), parents-complex daughter, and part-timer otaku.

this daily journal is basically a small window of my life. i write about everything, whether it's important or not. sometimes, it's not even serious. so don't expect too much from this blog. don't try to judge me based on my writings, because i'm much more complicated than you could imagine. and i never mean to hurt anyone by my words, so pardon me if somehow i offended you. last but not least, i've been writing here for more than 5 years, people changes, so do i. thanks, happy reading.
Apr 16, 2013
si protagonis

saya mau cerita tentang rahmah nih. mumpung dia ngga tau alamat blog ini, jadi bisa ngerasani sepuasnya. hihihihihi

temen saya satu ini, punya nama lengkap yang kalo disingkat jadi radin. dan ngga tau kenapa dia bangga banget ama singkatan itu .-. dulu pertama kali kenal gara-gara ketemu di rsud dr soetomo waktu nganter temen kami yang lagi sakit. dan akhirnya, jadi temen deket deh :B

saya yang carefree, cuek dan terkesan antagonis ini dipadupadankan dengan rahmah yang hidupnya tertata, suka mikir dan terkesan protagonis. dan entah kenapa, dari sma saya selalu punya temen yang kayak gitu. kayak apa yaa, saya selalu punya temen yang membuat saya ngga jadi semakin liar (?)

karena saya bukan temen yang cukup baik, dulu saya pernah bikin rahmah nangis. ceritanya kami berdua ada di satu kepanitiian besar. waktu itu sudah menjelang akhir acara. saya yang dalam kondisi sedikit tertekan, ngajak rahmah ngobrol secara professional. entah waktu itu ekspresi saya yang galak muncul, atau kata-kata menusuk saya keluar, tiba-tiba rahmah nangis. saya akhirnya minta maaf, bilang kalo saya sama sekali ngga marah. tapi rahmahnya malah bilang "ngga mok, aku yang minta maaf. harusnya aku sudah siap kalo kamu tanyain. aku takut jadi menghambat kerjamu" - intinya seperti itu. kasian kan rahmah, bener-bener protagonis.

terus, waktu kepanitiaan beberapa minggu lalu, waktu ada beberapa oknum yang sedikit menyebalkan bermunculan, dan saya yang diusik keberadaannya malah ngga ikutan forum, si rahmah dengan gagah berani (ini bayangan saya) ngebela posisi saya. entah disengaja atau ngga, saya tetep berterimakasih sama dia.

saya beberapa kali kerja bareng sama dia. sifatnya yang dependable bener-bener ngebantu banyak dan bikin sedikit terharu. walaupun jalan pikiran anehnya sering ngga cocok sama jalan pikiran aneh saya.

dulu rahmah ngakunya penakut, bukan organisatoris, dan ngga bisa bicara di depan umum. tapi rahmah yang saya kenal sekarang, malah jauh dari yang dia bayangkan. saya malah ngerasa, dia punya jiwa organisatoris yang jauh lebih meluap-luap daripada saya.

saya kadang suka ngga nyangka, temen saya yang dulu suka takut sendiri cuma buat ngambil absen di meja depan ini, sekarang berani bilang dengan percaya diri ke nayu "mundur itu bukan prinsipku nay" :)

Labels:




Newer >
< Older




IMRA(c)
-indonesia