besok saya ujian pk, tapi sebentar aja, saya pingin nulis tentang sma saya dulu.
saya yakin semua orang membanggakan asal sekolahnya masing-masing. semua selalu bilang masa sma adalah masa yang paling menyenangkan dalam seumur hidup mereka. tapi kalau menurut saya, itu hanya karena beban yang kita pegang sekarang lebih besar, jadi untuk menikmati hidup akan terasa jadi lebih susah. tapi memang saya juga sangat menghargai masa sma saya dulu.
sma saya dua hari yang lalu ulang tahun ke-63. ngga terlalu tua, tapi juga ngga terlalu muda. saya masih ingat, dulu saya diterima di dua sma. sma 3 jalur rsbi sama sma 1 jalur reguler. tapi saya akhirnya mengundurkan diri dari sma 3, dan memilih menghabiskan 3 tahun saya di sma 1. menyesal? kalau sekarang sih ngga. tapi dulu saya pernah menyesal.
setelah saya menjalani mos di sma 1, saya menyesal setengah mati. saya baru sadar, mos kami adalah mos paling 'parah' di kota malang. dan ngga cuma saya, banyak temen saya yang mempertanyakan hal yang sama: kenapa kami harus diperlakukan seperti ini?
kami ngga boleh datang langsung ke sma, kami harus datang subuh-subuh ke pos terlebih dulu. pos saya ada di stasiun kota baru. kemudian kami jalan dari pos sampai sekolah sambil bawa jurigen, tikar, tas kardus, berdandan dengan berbagai pita, dan meneriakkan "nama" kami: 'mitreka' untuk langkah kaki kiri, 'satata' untuk langkah kaki kanan. itu belum seberapa dari seluruh cerita mos saya. bagi saya yang masih bau temulawak itu, mos sma adalah mimpi terburuk saya (saat itu).
tapi sekarang, saya tetap masih ingin berterimakasih ke kakak-kakak saya dulu di sma. walaupun bentakan mereka benar-benar menguras hati, bagaimanapun, saya berhutang budi pada mereka. berhutang budi untuk apa? yang jelas untuk segala didikannya. saya ngga bisa menjelaskan lebih dari itu.
dan setelah mos, selama 3 tahun saya sekolah, ngga ada satu haripun yang saya sesali. manis ataupun pahit saat itu, semuanya terkesan manis kalo saya ingat sekarang.
untuk sma saya yang dengan gila mengajarkan 5 bahasa asing wajib itu, yang sekarang memasukkan kurikulum karawitan di pelajaran seni budayanya, yang selalu pulang paling awal dibandingkan sma komplek yang lain, yang dengan menyebalkan memasukkan kurikulum panjat tebing di pelajaran olahraganya, dan yang punya guru dan siswa yang paling membanggakan. saya sampaikan terimakasih.
ketika sma lain memilih nama dengan arti yang 'mengagungkan', saya tetap bangga menyematkan nama yang sederhana di hati saya, mitreka satata: bersahabat dan sederajat. siapapun yang bergabung dengan alamamater ini, akan menjadi sahabat bagi seluruh keluarga besar misa. dan dari latar belakang apapun, ketika kamu melangkahkan kaki di bumi mitreka satata, kita semua sederajat :)
selamat ulang tahun misa!
 |
"di bawah panjimu, kami bersatu dalam mitreka satata
terus maju, jangan ragu, tunjukkan baktimu~"
|
Labels: love, past