<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/516551536964885590?origin\x3dhttp://imraafa.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh :)

hi, call me imra/imok. 24. i'm a/an: ENFP, muslimah, wife, proud indonesian, dentist (wannabe), parents-complex daughter, and part-timer otaku.

this daily journal is basically a small window of my life. i write about everything, whether it's important or not. sometimes, it's not even serious. so don't expect too much from this blog. don't try to judge me based on my writings, because i'm much more complicated than you could imagine. and i never mean to hurt anyone by my words, so pardon me if somehow i offended you. last but not least, i've been writing here for more than 5 years, people changes, so do i. thanks, happy reading.
Mar 4, 2017
malu karena galau

semakin populernya tren nikah muda yang sedang gencar di media sosial (terutama instagram) sedikit banyak membuat saya semakin terdesak hahahah. awalnya saya tidak begitu ‘tergalaukan’, karena saya sendiri tidak begitu betah berlama-lama main instagram dan akun-akun yang saya ikuti juga cukup terbatas. tapi menjadi percumalah segala usaha saya untuk menahan diri kalau mayoritas teman saya (baik ikhwan maupun akhwat) terus berlomba-lomba ‘mensyi’arkan’ kegalauannya.

saya sudah hampir dua puluh empat tahun, begitu juga dengan banyak rekan saya. meskipun selama ini saya diam saja, ngeshare dan ngepost seadanya; tapi percayalah, saya sebenarnya sama-sama galau atau bahkan lebih galau dari banyak rekan pujangga sosmed di luar sana hahahah. karena ya memang sudah waktunya.

benteng terakhir yang membuat saya tetap diam selama ini sebenarnya hanya rasa malu yang berlebihan dan perasaan takut sama ibu bapak. jujur saja, saya pengen juga lho nulis-nulis galau bebas lepas atau menebar komen dengan kode sekeras mungkin; tapi apa daya semuanya terhenti diujung jempol. paling banter ya cuma ngasih love hahahah.

tapi karena saya percaya hampir tidak ada orang yang menghiraukan segala curhatan tanpa sensor yang saya ‘buang’ disini, saya jadi merasa tidak perlu menahan diri kalau platformnya di blog ini. maka dari itu, mewakili semua diam dan bisu saya, sekali ini saja saya ingin nulis: ya Allah, masnya kapan datang? sampai kapan saya harus menunggu? apa ya perlu saya jemput duluan? tapi gimana caranya...

hahahahah, saya maluuuu (tapi tetep dipost) TT

Labels:




Newer >
< Older




IMRA(c)
-indonesia