<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/516551536964885590?origin\x3dhttp://imraafa.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh :)

hi, call me imra/imok. 24. i'm a/an: ENFP, muslimah, wife, proud indonesian, dentist (wannabe), parents-complex daughter, and part-timer otaku.

this daily journal is basically a small window of my life. i write about everything, whether it's important or not. sometimes, it's not even serious. so don't expect too much from this blog. don't try to judge me based on my writings, because i'm much more complicated than you could imagine. and i never mean to hurt anyone by my words, so pardon me if somehow i offended you. last but not least, i've been writing here for more than 5 years, people changes, so do i. thanks, happy reading.
Feb 27, 2017
cemburu

seperti di malam minggu lainnya, saya dan ririh menonton tv dengan setengah hati sambil mengobrol santai. saya dari tempat cuci-cuci, ririh dari sofa ruang tengah. segala percakapan dilakukan tanpa arah yang jelas, karena tujuannya memang hanya untuk mengisi kesunyian kos yang (saat itu) cuma dihuni dua orang.

kemudian muncullah jktxx di tv kecil kami, dan terlahirlah percakapan random lain:
r: ini lagu baru mok?
i: ngga juga se, udah lumayan lama kayaknya. sukaanku yang itu! *sambil menunjuk salah satu dari mbak2 imut itu*
r: kalo anaknya pak jokoxx sukanya meloxx
i: lha ngapain kamu ngerti sukaaannya anaknya pak jokoxx rih
r: soalnya masuk beritaaa~
i: masaa?
r: iyaaa. tapi gitu-itu bikin illfeel ngga se mok? laki-laki suka jktxx
i: hahahahah iya se
r: padahal aku sendiri juga suka liat mereka lho
i: ya sama. mungkin sebenernya kita iri tapi ngga sadar

perempuan akan selalu jadi perempuan. tidak dibatasi watak, pendidikan, atau pengetahuan agama. sifat primitif kami sepertinya akan selalu ada. yaitu sebagai pencemburu. yang pertama, cemburu pada kecantikan dan kebebasan mbak2 imut itu. yang kedua, cemburu kepada status mbak2 imut sebagai idola kaum laki-laki.

r: lha ngapain harus iri? harusnya kita 'iri' sama yang akhwat2 dong

ya seharusnya. tapi kalo kita ngerasa illfeel, tandanya kita ngejudge. kalo kita ngejudge, tandanya kita ngerasa lebih baik. kalo kita ngerasa lebih baik, tandanya ilmu kita belum cukup. kalo ilmu kita belum cukup, tandanya kita masih punya rasa iri pada yang tidak perlu di-iri-kan (ilmu dicocok-cocokan hahahah).

Labels:




Newer >
< Older




IMRA(c)
-indonesia