<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/516551536964885590?origin\x3dhttp://imraafa.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh :)

hi, call me imra/imok. 24. i'm a/an: ENFP, muslimah, wife, proud indonesian, dentist (wannabe), parents-complex daughter, and part-timer otaku.

this daily journal is basically a small window of my life. i write about everything, whether it's important or not. sometimes, it's not even serious. so don't expect too much from this blog. don't try to judge me based on my writings, because i'm much more complicated than you could imagine. and i never mean to hurt anyone by my words, so pardon me if somehow i offended you. last but not least, i've been writing here for more than 5 years, people changes, so do i. thanks, happy reading.
Oct 23, 2016
saudara tanpa tapi

jika sahabat adalah orang-orang yang kita jadikan saudara karena ingin, maka ada orang-orang yang digariskan selalu menjadi saudara, baik dalam keadaan ingin dan tak ingin. mereka yang ditakdirkan terlahir sedarah, selamanya akan hidup dalam tanggung jawab untuk saling menjaga. akur tidak akur, tetap saja tidak ada pilihan lain.

tidak adanya pilihan itu bukan berarti hal yang buruk. dan justru mengajarkan kita bahwa mencintai orang lain bukan hanya tentang indahnya pelangi, tapi juga hujan maupun badai yang mengawalinya.

tidak ada saudara yang sempurna. dan tiap dari kita harus terus berusaha menyayangi tanpa syarat kepada ketidaksempurnaan itu. apa itu sulit? rasanya tidak. waktu yang dihabiskan antara dua saudara di masa kecil dalam satu atap akan menjadi benih cinta yang tumbuh seiring bertambahnya usia.

yang lebih sulit adalah belajar untuk saling mengerti dan meluangkan usaha untuk saling memperbaiki. karena seseorang bisa saja memilih untuk tidak jujur atau tidak peduli. memilih bertindak aman, dan tidak ingin mengorbankan waktunya untuk mengusahakan hal terbaik.

sudahkah kita benar-benar yakin dengan apa yang kita mengerti dari saudara kita? sudahkah kita berhenti berpura-pura didepan orang terdekat kita? sudahkah kita berusaha membuka hati terlebih dulu untuk membuat hati mereka terbuka?

berusahalah lebih.

Labels:




Newer >
< Older




IMRA(c)
-indonesia