jika sahabat adalah orang-orang yang kita jadikan saudara karena ingin, maka ada orang-orang yang digariskan selalu menjadi saudara, baik dalam keadaan ingin dan tak ingin. mereka yang ditakdirkan terlahir sedarah, selamanya akan hidup dalam tanggung jawab untuk saling menjaga. akur tidak akur, tetap saja tidak ada pilihan lain.
tidak adanya pilihan itu bukan berarti hal yang buruk. dan justru mengajarkan kita bahwa mencintai orang lain bukan hanya tentang indahnya pelangi, tapi juga hujan maupun badai yang mengawalinya.
tidak ada saudara yang sempurna. dan tiap dari kita harus terus berusaha menyayangi tanpa syarat kepada ketidaksempurnaan itu. apa itu sulit? rasanya tidak. waktu yang dihabiskan antara dua saudara di masa kecil dalam satu atap akan menjadi benih cinta yang tumbuh seiring bertambahnya usia.
yang lebih sulit adalah belajar untuk saling mengerti dan meluangkan usaha untuk saling memperbaiki. karena seseorang bisa saja memilih untuk tidak jujur atau tidak peduli. memilih bertindak aman, dan tidak ingin mengorbankan waktunya untuk mengusahakan hal terbaik.
sudahkah kita benar-benar yakin dengan apa yang kita mengerti dari saudara kita? sudahkah kita berhenti berpura-pura didepan orang terdekat kita? sudahkah kita berusaha membuka hati terlebih dulu untuk membuat hati mereka terbuka?
berusahalah lebih.
Labels: life