<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/516551536964885590?origin\x3dhttp://imraafa.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh :)

hi, call me imra/imok. 24. i'm a/an: ENFP, muslimah, wife, proud indonesian, dentist (wannabe), parents-complex daughter, and part-timer otaku.

this daily journal is basically a small window of my life. i write about everything, whether it's important or not. sometimes, it's not even serious. so don't expect too much from this blog. don't try to judge me based on my writings, because i'm much more complicated than you could imagine. and i never mean to hurt anyone by my words, so pardon me if somehow i offended you. last but not least, i've been writing here for more than 5 years, people changes, so do i. thanks, happy reading.
Aug 23, 2016
tanpa basa basi

saya percaya, walaupun terlihat santai, perempuan baik tidak akan nyaman dengan segala hal yang tidak serius. terlebih lagi untuk ihwal yang tidak patut diguraukan.

niat yang disampaikan dengan lugas dan berani, jelas akan lebih meyakinkan dibanding basa-basi hambar tanpa tujuan, ditambah interaksi tanpa hajat yang penting. dan benar saja, mungkin karena saya memilih lingkaran yang tepat, banyak perempuan disekeliling saya berpikir sama.

banyak orang mempertanyakan perihal yang serupa. apakah tidak terlalu cepat atau tidakkah sebaiknya ‘dilihat’ dalam waktu yang lebih lama. yang dipertanyakan, bukannya meragu, tapi justru memilih untuk tidak mengulur waktu.

takjub rasanya. melihat dengan begitu dekat bagaimana sebuah keteguhan mengantarkan perempuan, yang sering dianggap remeh, mengambil keputusan untuk lebih menghargai diri mereka sendiri. keyakinan yang entah datangnya dari mana itu, mendadak mampu mengubur segala rasa takut mereka.

tapi mungkin, jika sudah memilih untuk taat, bukankah memang seharusnya rasa percaya terhadap ‘kekuatan langit’ harus lebih besar dari segala keraguan yang kita punya?

aah, kapan saya bisa sampai sana. untuk seluruh saudariku yang sedang memperjuangkan prosesnya, barakallah. semoga saja saya....

Labels:




Newer >
< Older




IMRA(c)
-indonesia