secara kebetulan, cuaca di berbagai kota beberapa hari ini sedang
gelap. bogor pun berhasil membuktikan kalau sebutannya sebagai kota
hujan bukan cuma branding kosongan. sayangnya saya tidak sempat
keliling ke banyak tempat, buat melihat langsung apa yang diceritakan
bapak wali tentang kota ini.
menghabiskan waktu selama seminggu kemarin di kota ini bisa dibilang cukup berkesan, meski hampir tidak bisa kemana-mana karena jadwal yang padat dan kecapekan. pergi keluarpun, entah apa karena pilihan waktunya yang kurang tepat, selalu saja terjebak macet.
rencana awal saya untuk ketemu dengan beberapa orang pun gagal. tapi meski singkat, saya juga berhasil menciptakan banyak pertemanan dan kenangan baru disana. dan hal itu justru yang sebenarnya selalu saya rindukan.
suatu kota mungkin berkesan karena tempat wisata, makanan, tata kota, cuaca, atau pemandangan alam-nya. tapi kenangan bersama manusia di dalamnya tetap saja tidak akan tergantikan.
Labels: past