<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/516551536964885590?origin\x3dhttp://imraafa.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh :)

hi, call me imra/imok. 24. i'm a/an: ENFP, muslimah, wife, proud indonesian, dentist (wannabe), parents-complex daughter, and part-timer otaku.

this daily journal is basically a small window of my life. i write about everything, whether it's important or not. sometimes, it's not even serious. so don't expect too much from this blog. don't try to judge me based on my writings, because i'm much more complicated than you could imagine. and i never mean to hurt anyone by my words, so pardon me if somehow i offended you. last but not least, i've been writing here for more than 5 years, people changes, so do i. thanks, happy reading.
Feb 19, 2016
tujuan

jika saya masih orang yang sama dengan diri saya satu tahun yang lalu, mungkin saya akan terpuruk kembali untuk kesekian kalinya. yang paling membedakan sebenernya hanya satu, tujuan. dulu saya memilih pasrah. menjalani cerita dengan idealisme saya ini, tapi tanpa tujuan. dan ketika saya dipaksa memulai bab baru, saya sontak kebingungan.

inikah cerita yang ingin saya tuliskan dalam hidup saya?

pada akhirnya saya mimilih mengambil jeda. layaknya spasi diantara kata di tiap kalimat yang saya tulis. saya hanya ingin mulai memberikan arti. dan untuk mengambil keputusan itu, butuh lebih dari sekedar keberanian.

beruntungnya, saya berhasil melewati jeda saya dengan penuh makna. saya menjadi lebih damai dan tenang. lebih jujur pada diri saya sendiri. memaknai kehidupan dengan lebih positif dan dalam. berusaha memperlakukan setiap orang disekitar saya dengan lebih hormat. dan yang paling penting, menemukan tujuan.

memang tak semuanya bisa paham. sebagian memandang sinis, sebagian kebingungan, sebagian lain malah menangisi saya. semuanya hanya bisa saya balas dengan senyum. karena sungguh, saya sangat bersyukur telah diberi kesempatan Allah swt untuk menyadari berapa banyak orang yang peduli dengan saya tanpa pernah diminta, bagaimanapun bentuk kepedulian itu. saya menemukan kembali banyak sahabat yang rela berlari ke arah saya meski pernah saya tinggalkan.

jadi kalau hanya sekedar angin, hujan, atau badai kecil datang menghampiri saya seperti saat ini, insya Allah, tidak akan membuat cerita saya terhenti lagi :)

Labels: ,




Newer >
< Older




IMRA(c)
-indonesia