<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/516551536964885590?origin\x3dhttp://imraafa.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh :)

hi, call me imra/imok. 24. i'm a/an: ENFP, muslimah, wife, proud indonesian, dentist (wannabe), parents-complex daughter, and part-timer otaku.

this daily journal is basically a small window of my life. i write about everything, whether it's important or not. sometimes, it's not even serious. so don't expect too much from this blog. don't try to judge me based on my writings, because i'm much more complicated than you could imagine. and i never mean to hurt anyone by my words, so pardon me if somehow i offended you. last but not least, i've been writing here for more than 5 years, people changes, so do i. thanks, happy reading.
Feb 28, 2016
iman

tetap naik turun, dan akan selalu naik turun.

ada saat dimana Tuhan terasa begitu dekat, tepat disamping hati. sadar bahwa setiap hembus nafas harus dibayar suatu saat nanti. paham bahwa dunia yang dibilang surga ini hanyalah satu siang sore dari tak terhingganya hidup di masa depan. lantas mengapa memperjuangkan dunia yang begitu singkat di atas urusan Tuhan?

namun ada kalanya hati ini menjadi kering. seperti kemarau panjang yang dahaganya tak akan hilang meski dengan ribuan teguk air. alasannya pun remeh. karena hati itu lupa sejuknya air hujan. atau mungkin hanya sedang berpura-pura lupa bagaimana rasanya menjadi tidak dahaga. seperti sudah tidak butuh Tuhan lagi rasanya.

begitulah iman. sayapun sering mengalami kering basahnya hingga sekarang. dan tak ada jalan lain selain terus menyiram. biarkan saja membanjir. dengan begitu hati ini tak akan terpikir untuk hidup tanpa air.

Labels:




Newer >
< Older




IMRA(c)
-indonesia