<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/516551536964885590?origin\x3dhttp://imraafa.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh :)

hi, call me imra/imok. 24. i'm a/an: ENFP, muslimah, wife, proud indonesian, dentist (wannabe), parents-complex daughter, and part-timer otaku.

this daily journal is basically a small window of my life. i write about everything, whether it's important or not. sometimes, it's not even serious. so don't expect too much from this blog. don't try to judge me based on my writings, because i'm much more complicated than you could imagine. and i never mean to hurt anyone by my words, so pardon me if somehow i offended you. last but not least, i've been writing here for more than 5 years, people changes, so do i. thanks, happy reading.
Jan 10, 2016
yang budiman


sebenernya sudah sejak lama pengen nulis tentang mereka. tapi pada akhirnya selalu mikir, mungkin sekarang belum saatnya, atau ngerasa momennya masih belum bener-bener pas. sekarangpun saya juga masih ngerasa akan ada saat yang lebih 'mengharukan' buat menceritakan tentang mereka. tapi saya sadar ngga akan bisa memprediksi masa depan, dan akan lebih baik kalau saya mulai berhenti menunda, meski itu untuk perkara kecil, mulai dari sekarang.

saya dipertemukan dengan si laki-laki lebih dari dua puluh tahun yang lalu lho. karena kebetulan saya sama dia memang saudaraan :D dulu sih masih biasa, ketemunya juga kalo pas lagi libur dan main bareng aja. tapi secara kebetulan lagi, kami masuk di smp dan sma yang sama, bahkan pernah sekelas. semenjak beberapa kebetulan itu, saya mulai berubah jadi semacam perangko yang suka maksa nempel ke dia XD setiap kali minta ijin ke ayah buat keluar rumah, si laki-laki ini sudah pasti didapuk jadi bodyguard atau tukang antar jemput. jujur, dulu saya sempet ngerasa bersyukur kalo dia lagi ngga pacaran sama siapa-siapa... biar saya bisa nempel terus :3 hahahahah. saking nempelnya, dulu kalo dia diitanyain orang siapa saya, jawabnya mesti "kembaranku" :)

kalau yang perempuan satunya, saya udah pernah cerita tentang dia disini :" kami baru dipertemukan tujuh tahun yang lalu. ditakdirkan sebangku cuma di kelas 1 sma, tapi rasanya tiga tahun saya di sma sebagian besar saya habiskan bareng dia (bahkan sampe masa-masa kuliah juga :p)

mereka berdua, bisa dibilang adalah dua orang yang paling berpengaruh selama beberapa tahun terakhir ini bagi saya :" yang selalu ada disetiap saat saya butuh tempat untuk 'beristirahat' dan 'pulang'. yang dengan lembut melepaskan tangan saya disaat saya ingin sendiri, dan menariknya kembali disaat saya paling membutuhkan mereka. saya selalu bilang, kalau saya merasa sangat bersyukur karena dikelilingi banyak sahabat yang luar biasa baik.

tapi saya bahkan tidak bisa menggambarkan, betapa besar rasa syukur saya karena dipertemukan dengan mereka :"

Labels:




Newer >
< Older




IMRA(c)
-indonesia