<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/516551536964885590?origin\x3dhttp://imraafa.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh :)

hi, call me imra/imok. 24. i'm a/an: ENFP, muslimah, wife, proud indonesian, dentist (wannabe), parents-complex daughter, and part-timer otaku.

this daily journal is basically a small window of my life. i write about everything, whether it's important or not. sometimes, it's not even serious. so don't expect too much from this blog. don't try to judge me based on my writings, because i'm much more complicated than you could imagine. and i never mean to hurt anyone by my words, so pardon me if somehow i offended you. last but not least, i've been writing here for more than 5 years, people changes, so do i. thanks, happy reading.
Dec 19, 2015
menjadi dewasa



- the other day begins-

memilih untuk menghindar daripada harus menghadapi. berpura-pura tidak mendengar, meski mata juga mampu melihat. ketakutan itu akan terus mengejarmu. memaksamu untuk memberikan jawaban, meski kau terus menyibukkan diri bernostaligia dengan kenangan.

kau tau senyummu palsu. kau tau kebahagaianmu itu semu. hatimu tak tenang, karena terlalu banyak yang kau khawatirkan. terlalu takut untuk berubah dan kecewa. kau sadar kau harus beranjak, tapi masa muda terlihat begitu indah untuk ditinggalkan. lalu kapan kau akan menjadi dewasa?

esok tidak akan pernah menjadi hari yang berbeda, jika kau tak pernah berhenti mencari alasan. ketaui, tidak ada yang membanggakan dari seorang pecundang yang idealis.

Labels: ,




Newer >
< Older




IMRA(c)
-indonesia