rasanya aneh.
tak pernah saling bicara, bahkan tak pernah berani saling menatap
bertemupun tak pernah sampai hitungan jam,
tapi wajah dan suaranya terpatri jelas di ingatan
terukir dalam, hingga tanpa sadar selalu muncul dalam lamunan.
takut rasanya.
beberapa detik bersimpangan terasa cepat sekaligus lamban
tak ada satu katapun yang berhasil mengudara
tapi hati ini terus bertanya, siapa dia?
lalu harus bagaimana?
berdo'a?
berusaha? bagaimana?
jika Tuhan berkehendak, saat inipun dia bisa berdiri tepat di depan kita. hanya jika Allah berkehendak.
Labels: :), poems