<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/516551536964885590?origin\x3dhttp://imraafa.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh :)

hi, call me imra/imok. 24. i'm a/an: ENFP, muslimah, wife, proud indonesian, dentist (wannabe), parents-complex daughter, and part-timer otaku.

this daily journal is basically a small window of my life. i write about everything, whether it's important or not. sometimes, it's not even serious. so don't expect too much from this blog. don't try to judge me based on my writings, because i'm much more complicated than you could imagine. and i never mean to hurt anyone by my words, so pardon me if somehow i offended you. last but not least, i've been writing here for more than 5 years, people changes, so do i. thanks, happy reading.
Oct 30, 2014
kufur nikmat

saya paham betul seberapa Allah mencintai saya. seberapa keluarga dan teman-teman saya peduli dengan saya. tapi saya tidak membalas seluruh cinta mereka dengan semestinya. saya selalu merasa hidup saya sempurna. keluarga berkecukupan dan bahagia. perjalanan akademik saya memuaskan. lingkungan saya dipenuhi orang-orang yang menghormati saya. tapi sebaliknya, saya terus merasa kecewa.

kufur nikmat.

saya mengingkari rizki yang berlimpah ini. merasa kecil, lalu takut menjalani hidup. merasa kecewa, lalu tak sanggup meneruskan langkah. merasa sendiri, lalu takut menghadapi orang lain. menyedihkan.

saya kemudian sadar, bahwa Allah selalu ada untuk menyembuhkan saya. selalu ada keluarga dan (beberapa) teman yang terus menyambut tangan saya. lalu, kenapa saya harus khawatir? sudah saatnya saya menyembuhkan penyakit ini.

Labels:




Newer >
< Older




IMRA(c)
-indonesia