saya paham betul seberapa Allah mencintai saya. seberapa keluarga dan teman-teman saya peduli dengan saya. tapi saya tidak membalas seluruh cinta mereka dengan semestinya. saya selalu merasa hidup saya sempurna. keluarga berkecukupan dan bahagia. perjalanan akademik saya memuaskan. lingkungan saya dipenuhi orang-orang yang menghormati saya. tapi sebaliknya, saya terus merasa kecewa.
kufur nikmat.
saya mengingkari rizki yang berlimpah ini. merasa kecil, lalu takut menjalani hidup. merasa kecewa, lalu tak sanggup meneruskan langkah. merasa sendiri, lalu takut menghadapi orang lain. menyedihkan.
saya kemudian sadar, bahwa Allah selalu ada untuk menyembuhkan saya. selalu ada keluarga dan (beberapa) teman yang terus menyambut tangan saya. lalu, kenapa saya harus khawatir? sudah saatnya saya menyembuhkan penyakit ini.
Labels: life