<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/516551536964885590?origin\x3dhttp://imraafa.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh :)

hi, call me imra/imok. 24. i'm a/an: ENFP, muslimah, wife, proud indonesian, dentist (wannabe), parents-complex daughter, and part-timer otaku.

this daily journal is basically a small window of my life. i write about everything, whether it's important or not. sometimes, it's not even serious. so don't expect too much from this blog. don't try to judge me based on my writings, because i'm much more complicated than you could imagine. and i never mean to hurt anyone by my words, so pardon me if somehow i offended you. last but not least, i've been writing here for more than 5 years, people changes, so do i. thanks, happy reading.
Jun 1, 2014
salah orientasi

ada satu fenomena menarik yang saya tangkap dari lingkungan sekitar saya akhir-akhir ini. btw, ini tentang jodoh. ya, teman-teman saya lagi banyak yang galau tentang jodoh. kalau saya sendiri sih ngga galau, cuma mikir. hahahaha. oke, kembali ke teman-teman saya. biasanya, senjata yang teman saya gunakan untuk meminimalisir kegalauannya adalah dengan ngepost berbagai quote di media sosialnya. dan biasanya lagi, quote-quotenya selalu seputar "memantaskan diri terlebih dulu agar nanti dipertemukan dengan jodoh yang baik". quote itu terbukti ampuh untuk meredam berbagai 'aktualisasi rasa yang tak semestinya', yang mungkin mulai bergejolak di batin para mahasiswa tingkat akhir (baca: saya dan teman-teman).

ngga ada yang salah sih dari quote itu. saya juga paham inti dari kalimat tersebut tidak lain bersumber dari, pedoman utama kehidupan kita, Al Qur'anul Kariim. tapi yang saya sayangkan, beberapa orang terkesan mulai fanatik dengan sektor 'memantaskan diri' ini. ada 6000 lebih ayat dalam Al-Qur'an dengan berbagai bahasan di dalamnya, tapi kenapa yang setiap hari dikaji secara filosofis hanya ayat tentang jodoh ini?

monggo dikaji lagi mbak-mbak, tentang sudah seberapa luruskah kita dalam memaknai kalimat tersebut. Allah memang berjanji dalam kitab-Nya, bahwa perempuan baik diperuntukkan bagi laki-laki yang baik pula. tapi bukan berarti kita memperbaiki diri demi mendapatkan jodoh baik. selalu berusaha memperbaiki diri adalah suatu keniscayaan bagi umat Islam. karena kita memang tidak pernah mendekati kesempurnaan. dan wajib bagi kita untuk mendasari tiap kegiatan positif kita untuk mencari ridho Allah. bukan untuk jodoh.

sepemahaman saya, Allah telah menetapkan siapa jodoh kita nanti dalam lauhul mahfuz. dan bukan hanya tentang jodoh, tapi juga tentang rejeki dan mati kita nanti. maka jangan jadikan jodoh sebagai pusat semestamu dalam berpikir. Allah lah yang paling pantas mendapatkan posisi itu.

mari direnungkan sekali lagi. jangan sampai kita salah orientasi.

Labels:




Newer >
< Older




IMRA(c)
-indonesia