diam bukanlah emas. diam juga bukan pengkhianatan. dalam diam, banyak hal baik yang tidak bisa tersampaikan. dalam bicara, banyak kemunafikan yang malah tersampaikan. lalu, bukankah lebih baik diam?
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْراً أًوْ لِيَصْمُتْ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ
[رواه البخاري ومسلم]
Terjemah hadits / ترجمة الحديث :
Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam, siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia menghormati tetangganya dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya (Riwayat Bukhori dan Muslim)
lalu bagaimana dengan menulis? menurut saya sih tidak ada bedanya. menulis adalah salah satu cara kita untuk mengemukakan cara pandang. ketika kita mulai membicarakan lingkungan sekitar kita atau sikap kita terhadap orang lain, secara tidak sadar kita akan mencoba menggurui tentang mana sikap yang lebih baik.
melalui lisan dan/atau tulisan, secara tidak langsung kita juga meyakinkan orang lain tentang seberapa paham kita dengan konsep kebaikan itu, dan seberapa baik kita mempraktikkannya di kehidupan nyata. dan jika pada kenyataannya kita belum sebaik itu, kita menganggap perkataan kita sebagai bagian dari do'a.
konsep do'a inilah yang rentan. ketika tulisan dan/atau lisan kita, kita persepsikan sendiri sebagai do'a, lalu dengan santai kita berpikir bahwa tidak masalah kalau kita belum sebaik "omongan" kita, bukankah itu sama saja dengan bersikap ingkar? atau bahkan bersikap munafik?
berbicaralah. menulislah. selama kita yakin kitapun mampu melakukannya. orang lain tidak mengharap kesempurnaan. paling tidak, perlihatkan bahwa kita juga berusaha untuk mewujudkan "omongan" yang pernah kita sampaikan. bukannya malah jatuh ke lubang yang sama :')
إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَن تَجِدَ لَهُمْ نَصِيراً
Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka. (04:145).
semoga kita selalu dibawah perlindungan Allah SWT. aamiin.
Labels: faith