<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/516551536964885590?origin\x3dhttp://imraafa.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh :)

hi, call me imra/imok. 24. i'm a/an: ENFP, muslimah, wife, proud indonesian, dentist (wannabe), parents-complex daughter, and part-timer otaku.

this daily journal is basically a small window of my life. i write about everything, whether it's important or not. sometimes, it's not even serious. so don't expect too much from this blog. don't try to judge me based on my writings, because i'm much more complicated than you could imagine. and i never mean to hurt anyone by my words, so pardon me if somehow i offended you. last but not least, i've been writing here for more than 5 years, people changes, so do i. thanks, happy reading.
Sep 5, 2013
zona teman

- zona teman -

"aku, sekali lagi, adalah orang yang tidak percaya bahwa ada pertemanan yang murni antara laki-laki dan perempuan. itu juga yang membuat mengapa Islam ketat sekali mengatur hubungan lawan jenis. karena perasaan adalah fitrah, yang mengotorinya adalah manusia (yang dihinggapi perasaan) itu sendiri yang membuatnya lebih mengedepankan hawa nafsunya.

mengapa orang takut memiliki perasaan kepada temannya sendiri. remaja masa kini menyebutnya, friendzone. mengapa harus mengingkari jika memang teman tersebut sungguh seseorang yang dirasa paling tepat (tentu saja dalam konteks yang saya bahas, seseorang yang tepat untuk menjadi pendamping hidup yang sah secara agama dan negara). mengapa orang-orang sampai sedemikian takut dan tidak inginnya memiliki perasaan kepada teman sendiri. padahal bisa jadi, perkenalan yang pada awalnya tidak memiliki perasaan apa-apa itu mengantarkanmu pada perkenalan yang jauh lebih alami.

kamu bisa mengenalnya sebagai teman, yang perkenalan itu bisa memunculkan lebih banyak sifat aslinya. kamu mengenalnya lebih baik (jauh lebih baik daripada orang yang sibuk menampilkan seluruh kebaikannya dan meminimalisir seluruh keburukannya demi kekasih). kamu mengenal kesehariannya, siapa teman-temannya, bagaimana pemikirannya. semua berawal dari sebuah pertemanan yang biasa-biasa aja. lalu mengapa takut memiliki perasaan kepada teman sendiri. mengapa kamu menidakmungkinkan sesuatu yang sangat mungkin?

kita tidak perlu susah-susah menghindar, banyak cara untuk menyikapi perasaan tersebut. salah satunya tentu dengan bertindak tidak berlebihan. merasa seolah-olah perasaan itu menyiksa dirimu karena ada batas teman yang menurutmu tidak bisa dilampaui. merasa seolah-olah kisahmu adalah kisah paling menyedihkan seperti pungguk merindukan bulan.

jangan terlalu berlebihan. sikapilah dengan bijaksana agar pertemanan itu berjalan sebagaimana mestinya. tidak perlu menghindari. stay cool and keep calm. perasaan harus dihadapi dengan sikap yang elegan. karena aku menyaksikan, betapa banyak orang mencari yang jauh-jauh dan mengabaikan orang-orang yang ada disekitarnya. padahal orang-orang disekitarnya adalah orang yang baik. orang baik yang menurutmu pun akan sangat baik ketika kelak mereka menjadi seorang istri/suami. tapi kamu tetap mencari yang jauh dengan alasan mereka adalah temanmu. sehingga tidak mungkin kamu jatuh suka dengan mereka.

perhatikanlah siapa-siapa yang ada disekitarmu, perhatikanlah dengan mata hati. karena bisa jadi, yang kamu cari-cari selama ini ada dihadapanmu-disekitarmu, hanya saja kamu menutup mata dan menutup kemungkinan itu. tidak perlu mempersempit peluang, tidak perlu menghindari kemungkinan. Allah adalah perencana yang terbaik. Allah akan mendatangkan semua itu dari jalan yang tidak pernah kita sangka. perhatikanlah sekitarmu, betapa banyak orang baik yang bahkan kamu akui bisa menjadi pendamping hidup yang sangat baik. hanya saja kamu menghindarinya, karena mereka adalah temanmu :)"

bandung, 28 agustus 2013 - masgun
--------------------------------------
one of my friend asked me to read this writings. hahaha, you surely make me smile dear.

Labels:




Newer >
< Older




IMRA(c)
-indonesia