<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/516551536964885590?origin\x3dhttp://imraafa.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh :)

hi, call me imra/imok. 24. i'm a/an: ENFP, muslimah, wife, proud indonesian, dentist (wannabe), parents-complex daughter, and part-timer otaku.

this daily journal is basically a small window of my life. i write about everything, whether it's important or not. sometimes, it's not even serious. so don't expect too much from this blog. don't try to judge me based on my writings, because i'm much more complicated than you could imagine. and i never mean to hurt anyone by my words, so pardon me if somehow i offended you. last but not least, i've been writing here for more than 5 years, people changes, so do i. thanks, happy reading.
Aug 7, 2013
one purpose

“lho mok, kamu muhammadiyah?”
pertanyaan itu sering menghampiri saya ketika pada beberapa kesempatan, ke-muhammadiyah-an saya tergambar jelas di sikap saya dalam berkeyakinan. salah satunya tentang penetapan 1 ramadhan dan 1 syawal beberapa tahun terakhir. ketika yang lain mungkin menunggu keputusan sidang isbat, saya sudah dari jauh-jauh hari memutuskan kapan saya mulai berpuasa atau mengakhiri puasa, sampai akhirnya layaknya tahun ini, saya memulai puasa lebih dulu dibanding kebanyakan teman saya.

memang, jika kita membahas perbedaan yang tolak ukurnya saja sudah berbeda, pasti yang didapatkan hanya perdebatan yang tidak ada habisnya. jika memang para ulama sekarang belum menemukan titik temu, yang sekarang bisa kita lakukan adalah menyikapi perbedaan ini dengan arif, jangan malah memojokkan pihak yang dianggap ‘berbeda’ :/

beberapa mungkin sudah pernah nonton film ‘sang pencerah’. film yang mengisahkan tentang pemrakarsaan muhammadiyah oleh kh. ahmad dahlan. di film itu diggambarkan beratnya masa awal membangun muhammadiyah. bahkan pemuda-pemuda muhammadiyah masa itu dianggap kafir oleh keluarganya sendiri. alhamdulillah, saya tidak mengalami hal se-ekstrem itu. karena memang saya dibesarkan dari keluarga muhammadiyah yang sudah mendarah daging. tapi kakek dan ayah saya, mungkin tau bagaimana beratnya. dulu, keluarga ayah saya selalu dikucilkan karena dianggap kafir. dan ketika kakek saya meninggal, warga mulai menfitnah kakek saya sebagai penyebar ajaran sesat dengan membakar kuburan kakek saya, setiap hari selama seminggu penuh setelah kematian kakek saya. bagi ayah saya, tidak ada yang perlu disesalkan dari masa-masa itu. yang penting sekarang, bagaimana kita bisa memberi penghidupan bagi masyarakat luas melalui muhammadiyah.

berangkat dari perjalanan singkat saya di dunia dalam memahami sebuah keyakinan dan proses saya membangun diri bersama muhammadiyah, saya hanya bisa meyakinkan beberapa teman yang mungkin sedikit sangsi dengan sikap saya; bahwa muhammadiyah bukanlah agama yang terpisah dari Islam, dan inshaAllah kita semua masih mengimani hal yang sama :)

selamat hari raya idul fitri 1434 H
taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum :)
ja alanallahu wa iyyakum minal aidin wal faizin. afwan zahir wal bathin :)
semoga kita masih dipertemukan di ramadhan tahun depan :3

Labels:




Newer >
< Older




IMRA(c)
-indonesia