tahun ini adalah kedua kalinya saya terlibat dalam proses pengkaderan di kampus. setelah tahun lalu saya dapat peran antagonis, tahun ini rasanya jadi lebih antagonis lagi. hahaha.
dalam penyelenggaraan acara, secara pribadi, saya in shaa Allah pede bilang kalau saya mampu menjalankan amanah saya dengan maksimal. karena saya sendiri pernah beberapa kali terlibat acara lain yang jauh lebih melelahkan dari pada ini. tapi kalau bicara masalah benar tidaknya 'cara' saya, saya cuma bisa bilang wallaahu a'lam.
beberapa kali saya terus mengingatkan diri saya sendiri, kalo yang saya bawa ke adek-adek saya nanti semuanya adalah kebermanfaatan. dan saya ngga perlu ragu.
memang, cara yang saya pilih beragam. ada cara yang dianggap kolot, atau juga cara yang dibilang akan terlalu memanjakan adek saya nanti. ketika orang lain mulai melihat 'cara' saya, dan mulai memberikan pandangan mereka yang menurut saya masih sangat superfisial, keraguan saya jadi ikut terusik.
saya cuma takut, masa depan ratusan calon pemimpin bangsa ini bisa redup karena pilihan saya. pilihan-pilihan yang manfaatnya memang belum bisa mereka rasakan sekarang, apalagi orang baru seperti mereka. saya juga ngerasa, kalo baik atau buruknya adek-adeknya nanti, saya juga pasti punya tanggung jawab.
sekali lagi, saya ingin meyakinkan diri saya sendiri. kalau saya sudah memilih hal yang benar. dan in shaa Allah, saya juga akan membawa adek-adek saya nanti ke arah yang benar pula. aamiin.
Labels: Indonesiaku, kampus