"...darah kami sudah terlanjur biru..."
"...only God can stop us..."
hari ini dengan sedikit ragu, saya dan kakak saya memilih pergi belanja beberapa kebutuhan pribadi. kenapa ragu? karena sebenernya kami sudah tau pasti, aremania pasti bakal memenuhi jalanan hari ini. bukan karena ada pertandingan, tapi karena hari ini ulang tahun arema, klub sepakbola kebanggaan kota kami.
dan sesuai ekspektasi kami, masuklah kami ke seretan arus rombongan konvoi. bahkan kalau dilihat sekilas, saya pasti dikira ikut rombangan konvoi juga. tapi setelah hampir 30 menit ikut dalam rombongan konvoi yang
medeni bagi orang macam saya, saya jadi paham kenapa aremania patut kami banggakan.
beberapa tahun yang lalu, aremania sempat mendapat penghargaan the best supporter dari pssi. karena memang untuk masalah kreatifitas, aremania jelas tanpa batas. tapi perjalanan aremania masih panjang jika ingin pagar pembatas besi antara tribun suporter dan lapangan di stadion kanjuruhan ditiadakan. dan tanpa menutup mata, aremania masih mempunyai catatan hitam bersama suporter klub sebelah yang entah kapan terselesaikan.
tapi bagi saya pribadi, aremania adalah suporter yang elegan. seperti tadi, saya sempat terjebak di tengah konvoi yang tiba-tiba berhenti karena ada sedikit masalah. saya jelas ngga berani ngapa-ngapain selain nunggu. tapi tanpa menunggu lama, beberapa dari mereka langsung mengkondisikan jalan, dan mempersilahkan pengendara motor yang memang tidak berniat ikut konvoi buat melanjutkan perjalanan. sayapun lolos dari terjebak macet. tapi saya juga tidak memungkiri, masih ada beberapa oknum aremania yang melakukan tindakan vandalisme yang tidak semestinya.
aremania bukan sebuah perkumpulan berbasis domisili. bahkan banyak sekali teman-teman yang berasal dari kota lain, atau pernah menetap sementara di malang, dengan bangga menyebut diri mereka aremania. karena bagi mereka, menjadi aremania adalah sebuah kebanggaan. karena aremania adalah sebuah keterikatan rasa.
mulai dari kendaraan roda dua paling sederhana sampai mobil sport mewah, dari ibu-ibu pkk sampai cewek-cewek abg, dari etnis yang berkulit terang sampai berkulit gelap, dari yang beragama sampai yang tidak bergama, semuanya melebur menjadi lautan biru, mengumandangkan lagu-lagu kebanggaan aremania.
sayangnya, indonesia belum bisa belajar banyak dari sisi positif aremania. padahal inilah yang dibutuhkan bangsa besar seperti indonesia, rasa kebanggaan dan rasa ikut memiliki oleh seluruh masyarakatnya. dan bukan hal yang mustahil lho, jika bhineka tunggal ika akan terwujud melalui sepakbola. makanya kenapa, memperbaiki persepakbolaan nasional juga bukan hal yang boleh diremehkan.
teruslah menjadi klub yang prestatif dan mengispirasi arema!
menjadi arema, menjadi indonesia.
salam satu jiwa.
Labels: fav