ada makna yang tidak selalu bisa disimpan dalam rangkaian kata.
entah terucap, atau terungkap dalam untaian tulisan.
makna yang hanya bisa disampaikan dalam keabstrakan sebuah rasa.
dimana lukisan tipis rasa, menjadi tanda ketulusan dan kelurusan niat.
memang terkadang, yang diharap tak mampu melihatnya.
tapi seseorang yang menghirup udara yang sama,
yang menapakkan kaki pada bumi yang sama,
akan melihat dengan jelas makna yang terlukis dalam gelapnya prasangka.
bukan karena saya yang menginginkan. bukan karena ia yang memaksakan.
hanya karena sayalah orang yang tepat baginya, dan ialah orang yang tepat bagi saya.
namun jika memang belum bertatap, cukuplah dengan berusaha memantaskan.
karena bagaimanapun, kaum kami tercipta sepasang.
dan itu adalah janji-Nya
Labels: :), poems