 |
| Dunia Sophie: sebuah novel filsafat - Jostein Gaarder |
buku setebal 800 halaman ini sebenernya terbitan lama. yang saya beli aja sudah cetakan ke-12. tapi beneran, saya ngga nyesel belinya walaupun rada nguras uang akhir bulan :3
awalnya, saya keliling togamas buat cari beberapa buku kedokgi yang saya pengen. karena ngga ada, saya beralih nyari buku resep masakan itali, tapi ngga dapet juga. akhirnya ketemulah saya ama buku ini. waktu baca tagline "sebuah novel filsafat", langsung aja buku ini saya ambil. hehe, ngga tau kenapa.
"siapakah dirimu? darimana asalnya dunia?"
dua pertanyaan itu mengawali cerita panjang tentang perjalanan sophie, siswi sekolah menengah umur 15 tahun, yang secara tidak direncanakan belajar filsafat melalui cara yang ngga lazim. bisa dibilang, buku ini kayak sejarah filsafat yang dinovelkan. semacam tasaro gk yang menovelkan kehidupan Rasululllah SAW di 'lelaki penggenggam hujan' sama 'para pengeja hujan'.
perkembangan filsafat mulai dari yang terkuno kayak plato, aristoteles, atau socrates sampai masa setelah jean-paul sarte semuanya diceritakan dalam bahasa yang ringan. di novel ini juga beberapa kali disebut tokoh-tokoh Islam, seperti Rasulullah SAW, Nabi Isa a.s, Nabi Sulaiman a.s, Nabi Nuh, a.s, Nabi Ibrahim a.s, dan beberapa lainnya. tapi memang ngga dipungkiri, penulis yang notabene orang norwegia ini, masih berpegang teguh sama kekristenannya. di buku ini ngga dijelasin tentang peran filsof dan ilmuwan Islam membawa eropa keluar dari abad kegelapan.
terlepas dari itu, buku ini masih bisa kok diterima secara universal. malah sayang banget rasanya kalau ngelewatin buku ini. karena selain penyampaian pembelajaran filsafat yang luar biasa keren, alurnya yang bikin surprise tetep bikin 'kenovelan' buku ini hidup. selain itu, buku ini melatih jiwa kita untuk mulai menjawab pertanyaan-pertanyaan mendasar tentang hidup. di lembar-lembar akhir buku ini, saya dibikin terdiam sejenak dan merenung, sampai akhirnya saya jadi makin percaya atas keberadaan Sang Pencipta.
beberapa pendapat menyebutkan, kalo belajar filsafat di usia yang terlalu muda itu memang ngga dianjurkan. bahkan banyak yang bilang pemikiran liar dalam berfilsafat sering membawa ke kemurtadan. tapi kalo kata dosen wali saya, orang yang pintar berfilsafat itu harusnya agamanya kuat. hahaha, beda pendapat itu wajar, toh setiap orang juga punya hak untuk berfilsafat sendiri.
buku ini cukup ringan kok. walaupun, ringannya memang ngga seringan novel teenlit lah, sayapun rada ragu remaja indonesia bakal paham kalo disuruh baca novel ini. tapi dibanding buku filsafat lain yang pernah saya baca dari rak buku ayah saya, buku ini memang paling jawara :)
Labels: fav, review