buku diatas itu, semacam catatan perjalanan kami, (hanya) 6 tim delegasi pimnas dan tim 8 bentukan bem unair tahun lalu.
setelah bertahun-tahun unair ikut pimnas, setelah mengalami naik turun peringkat di tiap tahunnya, tahun lalu mungkin jadi salah satu tahun 'bersejarah' bagi kampus kami. bukan apa-apa, bayangkan saja, hanya enam tim dengan target tiga besar. luarbiasa tidak mungkin bagi kami (untuk saat itu).
saya secara pribadi, jujur menerima tekanan yang luar biasa dari berbagai pihak. mulai dari tpku, bem unair, bahkan pak rektor. rasanya muka kampus saya dipertaruhkan hanya dengan enam tim. mereka bertaruh dengan nama saya yang waktu itu ngga tau apa-apa.
di buku ini diceritain semuanya. tentang bagaimana usaha kami, tentang bagaimana enam tim itu akhirnya berjuang bersama layaknya saudara, tentang bagaimana para delegasi dan temen-temen tim 8 menjalin asa bersama demi nama almamater.
saya dapet buku ini gratis, diantar andri (salah satu staf seismik bem unair) langsung ke kosan saya. saya ngga tau mau ngomong apa lagi selain terharu. setelah buku ini sampai di tangan saya, lembar demi lembar terus berbalik kayak saya lagi nonton video lama. saya spontan nangis.
ya itu yang namanya bukti perjuangan dan doa tiada henti. ngga ada yang ngga mungkin. itu sudah kami buktikan. sampai sekarangpun, kenangan itu masih terus menginspirasi saya. dan semoga, lewat buku ini, akan lebih banyak orang yang akan terinspirasi :')
Labels: kampus