<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/516551536964885590?origin\x3dhttp://imraafa.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh :)

hi, call me imra/imok. 24. i'm a/an: ENFP, muslimah, wife, proud indonesian, dentist (wannabe), parents-complex daughter, and part-timer otaku.

this daily journal is basically a small window of my life. i write about everything, whether it's important or not. sometimes, it's not even serious. so don't expect too much from this blog. don't try to judge me based on my writings, because i'm much more complicated than you could imagine. and i never mean to hurt anyone by my words, so pardon me if somehow i offended you. last but not least, i've been writing here for more than 5 years, people changes, so do i. thanks, happy reading.
Feb 14, 2013
become 20

belum, saya belum 20. tapi hampir menuju mendekati 20 tahun, haha mbulet. nah, pada masa menuju 20 ini, kata 'dewasa' jadi sedikit mengganggu. gak tau kenapa. mungkin cuma sensi yang gak beralasan sih ya ._.

karena kondisi keluarga sekarang yang lagi gegap gempita menyambut pelaminan kakak kedua saya di umur 23nya, akhirnya saya yang notabene anak perempuan terakhir ini jadi kena bully banyak pihak. di kantor mami, tetangga, keluarga besar, semuanya pada 'sedikit mengingatkan'. yaaa sebenernya Alhamdulillah, saya bersyukur masih banyak orang yang peduli sama saya, tapi rasanya itu mbek banget. (mbek = suara kambing)

nah, saya jadi inget, beberapa obrolan singkat saya ama temen-temen cewek di kampus, bahkan ada yang ikutan sekolah pra-nikah, saya akhirnya jadi makin mbek. terus saya mikir, kok saya belum melangkah kemana-mana ya. tapi apa memang saya perlu mengambil langkah?

dari situ saya belajar, mengartikan ikhtiar untuk satu hal yang sudah diatur Allah ini sedikit bikin bingung. makanya kenapa kata 'galau' jadi sangat populer. karena ngga cuma saya yang bingung, tapi banyak manusia lain yang juga bingung. berarti Alhamdulillah kan, saya normal.

tapi tetep aja, bingung saya ngga ilang, sampai akhirnya kakak kedua saya menawarkan sesuatu. awalnya saya bilang 'iya' karena ngasal, kenapa juga ditolak pikir saya. dan akhirnya saya sadar, 'iya' saya adalah sebuah ikhtiar :)

Labels:




Newer >
< Older




IMRA(c)
-indonesia