<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/516551536964885590?origin\x3dhttp://imraafa.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh :)

hi, call me imra/imok. 24. i'm a/an: ENFP, muslimah, wife, proud indonesian, dentist (wannabe), parents-complex daughter, and part-timer otaku.

this daily journal is basically a small window of my life. i write about everything, whether it's important or not. sometimes, it's not even serious. so don't expect too much from this blog. don't try to judge me based on my writings, because i'm much more complicated than you could imagine. and i never mean to hurt anyone by my words, so pardon me if somehow i offended you. last but not least, i've been writing here for more than 5 years, people changes, so do i. thanks, happy reading.
Dec 28, 2012
himbauan resmi, dari anak negeri

sesekali, sempatkanlah dirimu untuk menginjak kehidupan di kota surabaya. menyusuri jalan-jalannya dengan percaya diri, seolah-olah kamu tau segala yang terjadi disana. mempercayai setiap komponen kehidupannya. menaiki bis kota bersama asap tebal dan kursinya yang lebih keras dari kursi ruang kuliah. menapaki jalan-jalannya langsung dengan sepatumu tanpa perlu takut tersesat.

sesekali, sempatkanlah dirimu pergi ke surabaya dengan bis tarif biasa. masalahnya bukan pada uang, tapi lebih kepada belajar berbagi rizki, entah dengan para pengamen atau pedagang asongan. bahkan siapa sangka kau malah akan belajar banyak dari nyanyian-nyanyian yang mengalun di dalamnya.

pernah sekali, ada lagu yang tak pernah aku dengar sebelumnya dinyanyikan di bis kota surabaya. mereka terus mengulangi kalimat 'ini himbauan resmi dari anak negeri'. aku tak hafal liriknya, tapi aku ingat, aku tak berhenti tersenyum ketika mendengarkan mereka bernyanyi. mendengarkan mereka mengamen pada dasarnya bukan sebuah keterpaksaan, tapi belajar menghargai. menghargai lagu ciptaan mereka atau bagaimana usaha mereka bernyanyi sekaligus berperang dengan derum suara mesin bis.

tanpa ada hembusan ac, rasakan atmosfir yang sebagian besar orang surabaya rasakan. dan rasakan pula, seberapa proses singkat ini bisa membuatmu menjadi lebih tangguh dan mandiri. aku sudah sering membuktikannya. dan tak perlu takut, ada Allah menjagamu.

Labels:




Newer >
< Older




IMRA(c)
-indonesia