sesekali, sempatkanlah dirimu untuk menginjak kehidupan di kota surabaya. menyusuri jalan-jalannya dengan percaya diri, seolah-olah kamu tau segala yang terjadi disana. mempercayai setiap komponen kehidupannya. menaiki bis kota bersama asap tebal dan kursinya yang lebih keras dari kursi ruang kuliah. menapaki jalan-jalannya langsung dengan sepatumu tanpa perlu takut tersesat.
sesekali, sempatkanlah dirimu pergi ke surabaya dengan bis tarif biasa. masalahnya bukan pada uang, tapi lebih kepada belajar berbagi rizki, entah dengan para pengamen atau pedagang asongan. bahkan siapa sangka kau malah akan belajar banyak dari nyanyian-nyanyian yang mengalun di dalamnya.
pernah sekali, ada lagu yang tak pernah aku dengar sebelumnya dinyanyikan di bis kota surabaya. mereka terus mengulangi kalimat 'ini himbauan resmi dari anak negeri'. aku tak hafal liriknya, tapi aku ingat, aku tak berhenti tersenyum ketika mendengarkan mereka bernyanyi. mendengarkan mereka mengamen pada dasarnya bukan sebuah keterpaksaan, tapi belajar menghargai. menghargai lagu ciptaan mereka atau bagaimana usaha mereka bernyanyi sekaligus berperang dengan derum suara mesin bis.
tanpa ada hembusan ac, rasakan atmosfir yang sebagian besar orang surabaya rasakan. dan rasakan pula, seberapa proses singkat ini bisa membuatmu menjadi lebih tangguh dan mandiri. aku sudah sering membuktikannya. dan tak perlu takut, ada Allah menjagamu.
Labels: life