<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/516551536964885590?origin\x3dhttp://imraafa.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh :)

hi, call me imra/imok. 24. i'm a/an: ENFP, muslimah, wife, proud indonesian, dentist (wannabe), parents-complex daughter, and part-timer otaku.

this daily journal is basically a small window of my life. i write about everything, whether it's important or not. sometimes, it's not even serious. so don't expect too much from this blog. don't try to judge me based on my writings, because i'm much more complicated than you could imagine. and i never mean to hurt anyone by my words, so pardon me if somehow i offended you. last but not least, i've been writing here for more than 5 years, people changes, so do i. thanks, happy reading.
Sep 10, 2012
berkorbanlah

beberapa hari yang lalu, di sudut belakang ruangan, aku mendengarkan untuk kedua kalinya tentang apa yang aku dapatkan satu tahun lalu. dan ada salah satu mahasiswa bertanya:
"bagaimana caranya agar saya bisa mencintai almamater?"
dengan percaya diri lelaki di depan menjawab "hilangkan semua egomu, simpan kepentingan pribadi. dan berusahalah menumbuhkan rasa bangga terhadap almamatermu".

bagiku jawaban itu masih klise. karena aku sendiri pernah merasakannya, dan cara itu belum berhasil meyakinkanku untuk tetap bertahan disini. hingga akhirnya aku tiba pada suatu titik, dimana aku menemukan cara yang tepat.

singkat saja. berkorbanlah untuk almamatermu, maka kamu akan tahu bagaimana cara mencintainya. karena satu-satunya cara mencintai adalah berkorban. berilah sesuatu terlebih dahulu pada almamatermu, maka kamu akan lebih menghargainya. karena satu-satunya cara menghargai adalah memberi.

Labels:




Newer >
< Older




IMRA(c)
-indonesia