sore itu di lapangan bintang
sebelum hiruk pikuk malam tiba, aku memilih untuk terdiam
sambil menunggu panggilan senja ke rumah-Mu
langit jogja membisikkanku sindiran pilu
“dia tidak melihat usahamu”
aku menertawai diri sendiri
tak cukup rupanya
tak terlihat seperti usaha memang
lalu hati ini melangkah
satu, dua, tiga, empat, lima, enam, ...
ya, cukup jauh agar tak mudah untuk kembali
aku bersyukur Kau membuka mataku
lewat langit sore jogja yang sepi
sekali lagi aku harus melangkah pergi
dari ketidakpastian hati
Labels: :)