ini tentang bagaimana kami mulai menyambung tali persahabatan. menumbuhkan harapan di tengah ketidak-ingin-tauan banyak pihak. ini tentang bagaimana kami, sangat tidak ingin dibatasi oleh batas teritori,
bahkan untuk hal sesimpel ini.
kampus a, kampus b, dan kampus c; dengan segala trademark yang melekat di ketiganya.
jarak bukan faktor penting, selama kita tetap menjalin komunikasi dengan baik. itu teori klasik. masalahnya, entah ada sekat semu atau apa, komunikasi itu jalan di tempat. lantas salah siapa? bukan salah siapa-siapa sebenarnya. kalo sejak awal tau kondisi kampusnya yang secara wilayah terpecah belah, mahasiswanya yang harus berusaha extra menumbuhkan jiwa ke-UNAIR-annya secara mandiri.
susah memang, tapi disinilah kelebihan kita. layaknya bangsa Indonesia yang harus dipisahkan oleh laut dan selat. dan sekarang, adalah momentum kita untuk bangkit. membangunkan kembali jiwa-jiwa ksatria yang sempat mati suri. sudah saatnya kita berjuang bersama untuk satu visi kedepan. janji satria: satria Airlangga, mengabdi untuk negeri, excellent, exellent with morallity :)
Labels: Indonesiaku, kampus