<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/516551536964885590?origin\x3dhttp://imraafa.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh :)

hi, call me imra/imok. 24. i'm a/an: ENFP, muslimah, wife, proud indonesian, dentist (wannabe), parents-complex daughter, and part-timer otaku.

this daily journal is basically a small window of my life. i write about everything, whether it's important or not. sometimes, it's not even serious. so don't expect too much from this blog. don't try to judge me based on my writings, because i'm much more complicated than you could imagine. and i never mean to hurt anyone by my words, so pardon me if somehow i offended you. last but not least, i've been writing here for more than 5 years, people changes, so do i. thanks, happy reading.
Jul 27, 2012
malam paling random

ini adalah saat terburuk. paling buruk. kurang bagus apa harusnya? ini bulan ramadhan, the blessed month. tapi rasanya aku makin terpuruk di kedalaman yang terus menjadi semakin gelap.

ya, kepribadianku memang sulit dipahami. terkadang aku juga tidak memahami apa yang aku pikirkan. terlalu banyak sisi untuk bisa dimengerti. memang, otak dan hati manusia adalah hal yang sangat kompleks. dan ke-kompleks-anku membuat aku sendiri resah.

aku bingung dari mana aku harus memulainya. resolusiku sangat banyak yang mendasar. sedangkan aku sekarang sudah cukup jauh menaiki anak tangga. rasanya sekarang aku bimbang, harus loncat ke lantai dasar, atau tetap berkutat di tempat yang sama. lalu kenapa aku tidak mencoba melangkah naik saja? karena itu akan jadi bunuh diri paling tidak arif. yang ada aku hanya makin hancur. entah jadi apa nanti.

bingung? jangan khawatir, sudah seharusnya kamu bingung ketika membaca tulisan ini.

Labels:




Newer >
< Older




IMRA(c)
-indonesia