<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/516551536964885590?origin\x3dhttp://imraafa.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh :)

hi, call me imra/imok. 24. i'm a/an: ENFP, muslimah, wife, proud indonesian, dentist (wannabe), parents-complex daughter, and part-timer otaku.

this daily journal is basically a small window of my life. i write about everything, whether it's important or not. sometimes, it's not even serious. so don't expect too much from this blog. don't try to judge me based on my writings, because i'm much more complicated than you could imagine. and i never mean to hurt anyone by my words, so pardon me if somehow i offended you. last but not least, i've been writing here for more than 5 years, people changes, so do i. thanks, happy reading.
Mar 18, 2012
mami

mbak maria, mami, aku, mbak ika
everything started when i dreamed about my mom last night. bukan mimpi yang indah, tapi membuatku sadar akan sesuatu. di mimpi itu, aku sudah jadi perempuan paruh baya. aku baru saja datang entah darimana ke sebuah fotokopian yang cukup besar. aku menemui mami. sepertinya itu usaha mami setelah pensiun. setelah bertemu beliau, kami jalanjalan di depan sambil ngobrol. mami sudah tidak dapat berjalan dengan cukup baik. aku menuntun beliau sepanjang perjalanan. dan entah setelah langkah keberapa, aku mulai menangis. dan ketika aku terbangun, bantalku sudah basah karena airmataku.

walaupun sekarang mami masih sehat bugar, aku menyadari betapa waktu bisa berjalan begitu cepat. aku jelas sangat berharap mami akan terus menemaniku sampai kapanpun. aku selalu berusaha mendoakan beliau di setiap kesempatan yang Allah berikan kepadaku. dan sungguh, betapa meruginya aku jika tidak mau berusaha membahagiakan beliau mulai saat ini:')

Labels:




Newer >
< Older




IMRA(c)
-indonesia