<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/516551536964885590?origin\x3dhttp://imraafa.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh :)

hi, call me imra/imok. 24. i'm a/an: ENFP, muslimah, wife, proud indonesian, dentist (wannabe), parents-complex daughter, and part-timer otaku.

this daily journal is basically a small window of my life. i write about everything, whether it's important or not. sometimes, it's not even serious. so don't expect too much from this blog. don't try to judge me based on my writings, because i'm much more complicated than you could imagine. and i never mean to hurt anyone by my words, so pardon me if somehow i offended you. last but not least, i've been writing here for more than 5 years, people changes, so do i. thanks, happy reading.
Feb 21, 2012
ketika idealisme menjadi prinsip yang harus dipertahankan

rasanya aku mulai ragu dengan semuanya. karena semuanya bergerak melawan arus naluriku. bukankah seburuk apapun sebuah kejujuran, ketika seseorang memutuskan untuk tidak menjadi seorang pengecut, maju kedepan sambil mengemukakan kebenaraan adalah jalan yang paling terhormat?

rasanya aku mau mundur. karena aku mulai kecewa dengan sekelilingku. ketika harapanku serasa terurai menjadi debu akibat keputusan menyedihkan itu.

yasudahlah, berjalanlah sendiri saja.
sayangnya ini bukan masalah aku atau seseorang. tapi kami. langkahku tak akan merubah apapun. dua orang bertindakpun tidak akan merubah apapun. karena tidak ada keputusan, tanpa kesepakatan. tidak ada kesepakatan, tanpa kesamaan pandangan.
bagaimana bisa satu pandangan, kalau memang pada hakikatnya aku terlalu idealis bagi mereka.
jadi bagaimanapun aku berusaha menjelaskan, aku hanya akan terlihat sebagai pembual yang tidak rasional.

baiklah. aku tidak akan lari dari masalah. tenang. aku akan menyelesaikan semua yang memang harus aku selesaikan.
tapi hanya sebatas itu, tidak lebih.

layaknya seorang penjahat, merasa bersalah, tapi tidak mau dipenjara. memilukan.

Labels:




Newer >
< Older




IMRA(c)
-indonesia