<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://draft.blogger.com/navbar/516551536964885590?origin\x3dhttp://imraafa.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh :)

hi, call me imra/imok. 24. i'm a/an: ENFP, muslimah, wife, proud indonesian, dentist (wannabe), parents-complex daughter, and part-timer otaku.

this daily journal is basically a small window of my life. i write about everything, whether it's important or not. sometimes, it's not even serious. so don't expect too much from this blog. don't try to judge me based on my writings, because i'm much more complicated than you could imagine. and i never mean to hurt anyone by my words, so pardon me if somehow i offended you. last but not least, i've been writing here for more than 5 years, people changes, so do i. thanks, happy reading.
Jan 25, 2012
konsistensi kontribusi mahasiswa

sebenernya aku ngga cukup kompeten buat membicarakan masalah ini. secara, aku bukan aktivis yang luarbiasa sibuk atau perwakilan senat yang ikut kongres di berbagai kota. aku cuma mahasiswa semester awal yang berusaha berangan. berangan tentang kehidupan kampus di semestersemester selanjutnya.

yang namanya kontribusi kan bisa dilakukan di banyak wadah, entah di bem, ukf, atau di kepanitiaan lain. tapi yang namanya kontribusi jelas ngga hanya berhenti di partisipasi awal. butuh konsistensi. dan konsistensi hanya bisa di lakukan dengan keteguhan prinsip. dimulai dari niat, dilakukan dengan ikhlas, diakhiri dengan tanggungjawab.

bukannya aku ngerasa sudah konsisten, cuma rasanya kecewa kalau lihat tementemen yang menyerah di tengah jalan, lepas tanggung jawab, atau purapura lupa akan amanah yang dia pegang. hanya karena alasan "aku ngga sanggup", jujur ya, itu omongkosong paling menyedihkan. padahal di awal kan udah janji bersedia. ayolaaah, kita ini mahasiswa. tepati janji dong ._.

dan satu hal, jangan pernah ngga yakin dengan diri kita sendiri. bagiku, jiwa seorang pemimpin ngga tergaris di telapak tangan kita, tapi dimulai dari hati. jadi, gerakkan hati kita. kepedulian adalah awal dari segala kepemimpinan. dan seorang pemimpin, akan selalu konsisten dalam mengemban setiap amanah yang diberi kepadanya. jangan salah, aku ngga cuma ngomong ke kalian, tapi juga ke diriku sendiri.

jadilah pemimpin kawan!

Labels:




Newer >
< Older




IMRA(c)
-indonesia