<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/516551536964885590?origin\x3dhttp://imraafa.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh :)

hi, call me imra/imok. 24. i'm a/an: ENFP, muslimah, wife, proud indonesian, dentist (wannabe), parents-complex daughter, and part-timer otaku.

this daily journal is basically a small window of my life. i write about everything, whether it's important or not. sometimes, it's not even serious. so don't expect too much from this blog. don't try to judge me based on my writings, because i'm much more complicated than you could imagine. and i never mean to hurt anyone by my words, so pardon me if somehow i offended you. last but not least, i've been writing here for more than 5 years, people changes, so do i. thanks, happy reading.
Jan 7, 2012
from an ultraman to a dentist

garagara akhirakhir ini aku menemukan banyak anak yg galau masalah ikut snmptn lagi apa ngga, aku jadi mikir. bukannya aku jadi ikutan pengen snmptn lagi, tapi aku jadi mikir gimana aku bisa berakhir di fkg ua. baiklah, akan aku critain perjalanan citacitaku.

dimulai ketika aku masuk sd. waktu itu citacitaku pokoknya jadi ultraman, atau mungkin lebih tepatnya ultrawoman (?). kenapa aku secara dramatis memilih ultraman di tengah berbagai macam pilihan, misalnya power rangers? karena ultraman itu keren. dia berpikir lebih panjang daripada power rangers. lhoh, kok bisa? iya koook. kalilan merhatiin ngga, kalo ultraman mau tonjoktonjokan ama monsternya, dia bakal pindah ring bertarung dulu ke daerah pegunungan atau padang pasir, biar gak ada korban sipil dan kerugiannya bisa diminimalisir :3 #penting

sedangkan power rangers, mereka asal gelut *baca: berkelahi* aja di tengah jalan -___- beda kan? selain masalah ultraman keren, juga masalah emansipasi. karena yg aku tau, ultraman itu cowo semua. biar nanti aku jadi ultrawoman pertama gitu. sampai akhirnya aku menemukan fakta kalo ultraman itu punya emak. *jengjeeeng* and that means, dari jaman dulu, udah ada yang namanya ultawoman. dan waktu aku tau bentuknya kayak gimana, seketika citacitaku langsung hancur.
pancuran di kedua sisi kepalanya itu benerbener tragis. dan kalo tak liatliat, bajunya itu semacam mmmm mmmm, tau sendiri kan -..-"

maka, berakhirlah si imok kecil dengan tanpa citacita. tapi ya, semasa sd dulu, kalo ada guru nanya "imro, citacita tertinggimu apa?" aku dengan santai jawab "astronot bu". aku ngga bohong lhooo. emangnya ada citacita yang lebih tinggi daripada astronot? *ini polos apa mbleset ya .___.*

hidupku yang hampa tanpa citacita akhirnya berubah waktu aku kelas 3 smp. entah dapet ilham dari mana, aku pengen jadi arsitek. dengan masuk salah satu sekolah artitektur tertua di Asia Tenggara. SAPPK ITB. Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan Institut Teknologi Bandung. 

tapi hidup emang ngga sesimpel itu. ayah ama mami pengen aku jadi dokter *kok tibatiba auranya sedih begini ya? -___-* dan, aku mencintai mereka jauh melebihi diriku sendiri. jadi, aku pindah haluan menjadi calon dokter. selama di sma, yg ada dipikiranku ya jadi dokter.

sampe akhirnya udah kelas 3. dan kita semua tau, snmptn ipa punya pilihan kedua. oke, aku milih Arsitektur UGM. melihat nilai tryoutku, dari 5 kali tryout, cuma tryout terakhir doang yg pg.nya 55, aku mulai berpikir. bukannya pesimistis, tapi realistis. hanya jika soal snmptn nanti tingkat kesulitannya kayak tryout terakhir, aku bakal lolos di pilihan pertama. HANYA JIKA. dan kemungkinan besar, kalo pilihan keduaku berkisar 42-48, aku bisa lolos. jadi, paling ngga, kalo ngga jadi dokter, aku beneran jadi arsitek! oke, akhirnya aku meyakinkan lagi ke ayah dan mami, apakah pilihanku sudah benarbenar direstui, dan jawaban yg aku dapat "arsitektur? mau jadi apa kamu?" *jengjeeeng* sebenernya dalam hati aku ngejawab 'ya arsitek lah maaam'. tapi aku tau, saat itu diam adalah emas.

di detikdetik terakhir, aku berpikir keras di depan komputer. 1 jam berlalu. 2 jam berlalu. sampe pantatku akhirnya panas sendiri garagara duduk kelamaan. dan, pada akhirnya aku ngga sanggup milih sendiri. aku panggil mbak maria. tanya pendapatnya, dan dia nganjurin tekkim its. oke, akhirnya aku pilih itu. tapi, jariku ngga mau ngeklik tombol next. eaaa, something wrong ini brarti.

berlanjutlah penggalauan ria sama mbakku. dan akhirnya, mbak maria milih, pdg ua. dan terkliklah next. iya, mbak maria yg milih, bukan aku.

hari pengumuman akhirnya datang, dan kalian pasti tau hasilnya apa :')
oke, berakhirlah aku disini. di kampus stovit tercinta. mungkin aku disini emang ngga diawali dengan jatuh cinta ama kampus ini, tapi aku akan membangun cinta. toh Tuhan selalu punya rencana yang indah untuk umatnya :)) bismillah..

Labels: ,




Newer >
< Older




IMRA(c)
-indonesia