*translate: ya Tuhan, cari menantu jaman sekarang kok ya susahnya
abaikan post ini kalau anda males baca tulisan penuh kegundahan yang belum saatnya :3
aku gak galau lho ya. cuma mikir #ngelesgagal. garagaranya tadi waktu nonton tv, tibatiba mami cerita tentang anak sma yang nyuri duit pensi. eh, tibatiba ayah crita tentang anak smp yang udah jadi wts. daaan, mbak ika ikutan cerita tentang pengalamannya mbak maria ngevisum banyak anakanak smp waktu di obgyn. *sigh* astaghfirullaah..
dan di akhir perbincangan kami, mami tibatiba nyeletuk dengan bahasa khasnya:
"duh Gusti, nggolek mantu jaman saiki kok yo cek angele. gak lanang. gak wedhok" #eh
entah kenapa aku merasa sedikit tertohok -..-" mungkin karena aku anak perempuan terakhir di keluargaku. secara tibatiba pikiranku mulai melayanglayang dengan berbagai pertanyaan:
"akankah aku dapet jodoh yang baik?"
"akankah suamiku nanti diterima dengan baik di keluargaku?"
"akankah anakanak keturunan kami tetap menjadi perempuan atau lakilaki yang sholeh atau sholehah?"
jedaaar. imook, how old are you now?? come oon .__. you don't need thinking things like that now. maybe 2 or 3 years later. moreover, how many times you've read QS. An-Nur: 26
imoook?? *sigh* apakah memikirkan hal macam ini di umurku yang sekarang normal? apakah lancang kalau aku mengharapkan orang tertentu buat jadi jodohku? apa jodohku adalah orang yang udah aku kenal? oh tidak. knapa aku mikir hal beginian u.u
tapi YA ALLAH, aku penasaran ._.
Labels: life, love