ini bukan cerita. tapi sebuah perenungan. beberapa hari yang lalu, saya mengunjungi salah satu teman saya. dia luar biasa kaya. keluarganya juga sangat baik. ketika saya disana, saya disambut dengan baik. apa yang saya lakukan? random things. nonton dvd, makan cemilan, cerita pengalaman kami masingmasing.
sampai akhirnya sudah adzan dzuhur. teman saya memang non muslim. tapi dia membiarkan saya shalat di kamarnya. kamipun beranjak keluar untuk mencari makan siang.
ada satu hal yang baru saya sadari. di depan rumahnya yang luarbiasa besar itu, ada pedagang asongan. iya, pedagang asongan. orangtua teman saya membiarkan pedagang itu mencari nafkah disana.
itukah yang membuat saya merenung? bukan. yang ada di dalam kios asongan itulah yang membuat saya tertegun. seorang perempuan. sebaya dengan kami. dan tersenyum pada saya.
jujur, senyumnya membuat saya hampir menangis.
Labels: life