<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/516551536964885590?origin\x3dhttp://imraafa.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh :)

hi, call me imra/imok. 24. i'm a/an: ENFP, muslimah, wife, proud indonesian, dentist (wannabe), parents-complex daughter, and part-timer otaku.

this daily journal is basically a small window of my life. i write about everything, whether it's important or not. sometimes, it's not even serious. so don't expect too much from this blog. don't try to judge me based on my writings, because i'm much more complicated than you could imagine. and i never mean to hurt anyone by my words, so pardon me if somehow i offended you. last but not least, i've been writing here for more than 5 years, people changes, so do i. thanks, happy reading.
Dec 11, 2011
3 perempuan 3 nasib

ini bukan cerita. tapi sebuah perenungan. beberapa hari yang lalu, saya mengunjungi salah satu teman saya. dia luar biasa kaya. keluarganya juga sangat baik. ketika saya disana, saya disambut dengan baik. apa yang saya lakukan? random things. nonton dvd, makan cemilan, cerita pengalaman kami masingmasing.

sampai akhirnya sudah adzan dzuhur. teman saya memang non muslim. tapi dia membiarkan saya shalat di kamarnya. kamipun beranjak keluar untuk mencari makan siang.

ada satu hal yang baru saya sadari. di depan rumahnya yang luarbiasa besar itu, ada pedagang asongan. iya, pedagang asongan. orangtua teman saya membiarkan pedagang itu mencari nafkah disana.

itukah yang membuat saya merenung? bukan. yang ada di dalam kios asongan itulah yang membuat saya tertegun. seorang perempuan. sebaya dengan kami. dan tersenyum pada saya.

jujur, senyumnya membuat saya hampir menangis.

Labels:




Newer >
< Older




IMRA(c)
-indonesia